
Sebagai investor pemula, sangat wajar jika Anda mencari opsi investasi yang risikonya minim tapi tetap memberi keuntungan yang menjanjikan. Dua pilihan populer yang sering kali diperdebatkan adalah investasi reksa dana vs emas.
Apabila Anda harus pilih salah satu antara investasi reksa dana atau emas, opsi manakah yang akan Anda ambil? Untuk bisa menentukan mana yang terbaik, Anda perlu memahami perbandingan investasi reksa dana dan emas dari segi kelebihan dan kekurangannya..

Sebelum membahas lebih jauh, mari bahas dulu definisi reksa dana. Reksa dana ini merupakan semacam wadah yang mengumpulkan dana dari masyarakat. Dana ini kemudian akan dikelola manajer investasi untuk diinvestasikan ke berbagai instrumen seperti pasar uang, saham, ataupun obligasi.
Inilah sejumlah kelebihan dari investasi reksa dana.
Tidak perlu menyiapkan modal besar untuk mulai berinvestasi reksa dana. Beberapa platform memungkinkan Anda untuk berinvestasi mulai dari Rp10 ribu saja.
Cara investasi reksa dana juga sangat mudah. Anda hanya perlu registrasi di aplikasi reksa dana seperti Bareksa, Bibit, Ajaib, dll. Kemudian, pilihlah jenis reksa dana dan mulailah investasi.
Return yang Anda peroleh tergantung pada kondisi pasar dan jenis reksa dana. Rata-rata, potensi keuntungannya antara 6%-10% per tahunnya.
Reksa dana bisa Anda cairkan kapan saja melalui platform online. Meskipun begitu butuh waktu 1-7 hari agar dana masuk ke rekening.
Anda tidak perlu menganalisis pasar karena sudah ada manajer investasi yg mengelolanya.
Selain menawarkan keuntungan, reksa dana juga memiliki sejumlah kekurangan, yaitu:
Nilai reksa dana bisa naik turun apalagi jika Anda memilih jenis reksa dana saham.
Anda akan dikenai management fee sebesar 0,4%-2% tergantung jenis reksa dana yang Anda pilih.

Cara investasi emas lebih sederhana sehingga ideal untuk semua kalangan termasuk pemula. Berikut kelebihan dan juga kekurangannya.
Inilah sejumlah keuntungan yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi yang menarik.
Emas fisik tersedia dalam berbagai gramasi mulai dari 0,5 gr. Apabila modal Anda terbatas, Anda bisa mencoba investasi emas digital dengan modal mulai 0,01 gr emas.
Meski setiap hari harga emas berfluktuasi, tapi dalam jangka panjang nilainya stabil. Bahkan emas seringkali harganya naik ketika Rupiah melemah.
Kapanpun Anda memerlukan dana, Anda bisa langsung menjual aset emas Anda.
Cara investasi emas sangatlah sederhana. Anda hanya perlu membeli emas, menyimpannya, dan menjualnya saat harga tinggi tanpa perlu pusing menganalisis kondisi pasar tiap hari.
Walaupun menawarkan banyak keuntungan, bukan berarti investasi emas tidak punya kelemahan. Ini sejumlah kerugian yang mungkin Anda alami.
Kenaikan emas tiap tahunnya tidak dapat diprediksi. Kadang nilainya bisa melambung tinggi, kadang nilainya stabil.
Untuk emas fisik, Anda harus mewaspadai risiko kehilangan dan pencurian. Namun, hal ini bisa Anda siasati dengan investasi emas digital. Kalaupun Anda tetap ingin memiliki emas fisik, Anda dapat menyewa safe deposit box tentunya dengan biaya tambahan.
Jadi manakah yang lebih unggul? Investasi emas atau reksa dana? Dari segi potensi keuntungan, reksa dana bisa memberikan return yang lebih tinggi dari emas. Tapi, jika Anda mengutamakan stabilitas nilai, emas adalah opsi terbaik khususnya bagi pemula.
Apabila Anda ingin mencoba investasi emas, pilihlah tempat yang tepercaya untuk membelinya. Salah satu toko yang bisa Anda andalkan adalah Raja Emas Indonesia. Tidak hanya melayani pembelian, Raja Emas Indonesia juga menerima penjualan kembali emas dalam berbagai kondisi dengan buyback yang tinggi sehingga Anda tak perlu khawatir akan rugi.