
Emas batangan merupakan instrumen investasi logam mulia yang terbanyak peminatnya mengingat nilainya selalu stabil serta cukup likuid. Tapi, tak semua orang tahu cara jual emas batangan dengan harga terbaik.
Mari perluas wawasan Anda dengan informasi apa itu emas batangan serta cara menjualnya dengan imbal hasil besar.

Emas batangan merupakan produk emas murni yang dicetak berbentuk batangan atau lempengan sebagai instrumen investasi karena gampang diuangkan.
Biasanya orang mengidentikkan emas batangan dengan emas Antam produksi PT Aneka Tambang. Padahal sebenarnya ada beberapa produsen emas batangan lain misalnya UBS produksi PT Untung Bersama Sejahtera, Lotus Archi, dan Galeri 24 produksi Pegadaian.
Di pasaran produk emas batangan ini tersedia dalam gramasi, 0,5 gram, 1 gram, 5 gram, 10 gram, hingga 100 gram atau lebih. Baik Antam maupun merek lainnya kadar emas batangan kemurniannya mencapai 99,99%, dan dibuktikan dengan sertifikat keaslian.

Menjual logam mulia bisa menjadi solusi cerdas meraih profit besar, asalkan dengan strategi yang jitu. Ini dia panduan cara jual emas Antam dan emas merek lain di toko emas, mulai pemilihan waktu, rekomendasi tempat jual emas batangan, dan sebagainya.
Sebelumnya Anda perlu memahami apa itu spread, yaitu selisih antara harga beli dengan harga jual yang berlaku pada saat bersamaan. Spread dapat dibilang potongan yang bisa bikin rugi kalau Anda menjual emas dalam waktu dekat setelah membelinya.
Untuk emas yang berukuran kecil seperti 5 atau 10 gram, spread umumnya berkisar 2–3%. Artinya, agar tidak merugi, harga emas harus naik lebih tinggi dari potongan tersebut.
Contohnya, jika Anda membeli emas batangan seharga Rp1.000.000 dengan spread 3%, maka Anda baru untung jika harga jualnya lebih dari Rp1.030.000. Karena itu, menyimpan emas batangan dalam jangka waktu yang cukup lama sangat disarankan agar potensi keuntungannya maksimal.
Gramasi emas turut memengaruhi harga jual serta besarnya spread. Emas bergramasi kecil, seperti 1 atau 2 gram, biasanya spread-nya lebih tinggi daripada emas bergramasi besar seperti 25 gram atau 100 gram.
Artinya, kalau Anda berniat memperoleh keuntungan maksimal saat jual emas, pertimbangkan untuk mengakumulasi gramasi jadi lebih besar agar potongan harga lebih efisien. Atau beli emas dengan gramasi besar sejak awal jika memang dananya tersedia.
Di samping itu, emas batangan dengan gramasi besar juga lebih diminati karena memiliki nilai investasi tinggi serta proses jual-belinya lebih praktis.
Waktu adalah faktor penting dalam menjual emas batangan. Harga emas cenderung naik ketika kondisi ekonomi global tidak stabil, misalnya saat inflasi tinggi atau krisis geopolitik.
Pantau harga jual emas Antam hari ini pada website tepercaya secara berkala dan jual saat harga mencapai titik yang menguntungkan dibandingkan harga beli Anda. Hindari menjual saat harga turun atau stagnan agar tidak rugi akibat spread dan fluktuasi pasar.
Keaslian emas batangan sangat memengaruhi harga jualnya. Pastikan Anda menyimpan sertifikat dan kemasan asli dari produsen seperti Antam, UBS, atau Lotus Archi.
Emas batangan yang masih dalam kondisi utuh dengan segel tidak rusak akan lebih mudah terjual. Nilainya juga lebih tinggi daripada emas yang sudah rusak kemasannya atau tanpa sertifikat.
Namun untuk emas batangan keluaran terbaru, Anda tak perlu terlalu khawatir karena sertifikatnya sudah menyatu dengan kemasannya untuk mencegah resiko hilang.
Hindari menjual emas batangan ke pihak yang tidak jelas legalitasnya. Pilih toko emas atau layanan pembelian logam mulia yang terpercaya, memiliki izin resmi, dan menawarkan transparansi harga seperti Raja Emas Indonesia.
Kami siap membeli emas batangan Anda dengan proses cepat, harga kompetitif, serta layanan yang aman dan profesional. Ini termasuk untuk Anda yang cari tempat jual emas Antam tanpa surat.
Bersama Raja Emas Indonesia, cara jual emas batangan kami jamin lebih mudah, praktis, aman, dan menguntungkan.