
Adalah fakta bahwa emas masih menjadi primadona bagi mereka yang mencari aset aman di tengah gejolak ekonomi. Apalagi, kenaikan harga emas per tahun menunjukkan tren positif yang membuat banyak orang tertarik berinvestasi.
Penasaran seberapa investasi emas menguntungkan untuk masa depan Anda? Simak ulasan berikut.

Per 31 Oktober 2025, harga emas per ons berada di kisaran $4.032,11 (Rp2.074.000 per gram). Angka ini memang sedikit terkoreksi dari level tertingginya di $4.379,13 (Rp2.252.000 per gram).
Meski begitu, apabila dilihat dari perjalanan 18 bulan terakhir, nilainya terus merangkak naik. Awal tahun saja, Januari 2025, harganya baru $2.623,91 per ons (Rp1.350.000 per gram). Itu artinya naik lebih dari $1.048,20 (Rp540.000) atau sekitar 53,7%.
Jika ditarik lebih jauh ke belakang, peningkatan ini terlihat semakin dramatis.
Sebagai contoh, pada Oktober 2023 harga emas tercatat sebesar $1.820,01 per ons (Rp937.000 per gram). Setahun sebelumnya, tepatnya Oktober 2022, nilainya bahkan lebih rendah lebih dari $150 per ons (Rp77.000 per gram). Hampir tak berubah dari Oktober 2021 yang tercatat $1.782,81 (Rp917.000 per gram).
Artinya, dalam kurun empat tahun dari Oktober 2021 hingga Oktober 2025, harga emas telah meningkat sekitar $2.249,30 per ons (Rp1.157.000 per gram).
Tetapi di balik selisih harga itu, ada kenaikan persentase yang mencengangkan selama setengah dekade terakhir. Dalam empat tahun terakhir saja, harga emas melonjak sekitar 126%.
Jadi, persentase kenaikan harga emas per tahun adalah sekitar 22,3% dari Oktober 2021 sampai Oktober 2025.
Dengan kata lain, jika Anda sudah membeli emas sejak Oktober 2021, kemungkinan besar Anda sudah menikmati pertumbuhan investasi yang mengesankan. Namun jika Anda belum ikut terjun, lonjakan harga ini bukan alasan untuk mundur.
Melihat tren pasar dan peluang yang masih terbuka, emas tetap punya potensi besar untuk naik lebih tinggi lagi.

Benar, prediksi harga emas bakal mencapai titik penting $5.000 per ons (Rp2.573.000 per gram) pada tahun depan. Metals Focus, lembaga konsultan logam mulia asal Inggris, menyebut dalam laporan tahunannya bahwa emas kemungkinan besar akan menembus level tersebut di tahun 2026.
Secara rata-rata, harga bisa berada di $4.560 per ons (Rp2.346.000 per gram), atau sekitar 33% lebih tinggi dari rata-rata 2025. Kenaikan tahunan diperkirakan sekitar 13,1%.
Kenaikan harga emas didorong oleh satu faktor utama, kata Metals Focus. Faktor itu adalah ketidakpastian kebijakan perdagangan AS. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan risiko makroekonomi, tetapi juga memicu lonjakan permintaan untuk aset aman seperti emas.
Selain itu, ketegangan geopolitik dan pembelian dari sektor resmi yang terus berlanjut diperkirakan akan tetap menopang harga emas di tengah kondisi ekonomi yang tak menentu. Laporan itu juga menyoroti faktor lain seperti melemahnya dolar AS dan turunnya suku bunga riil.
Tak ketinggalan juga peran bank-bank sentral yang masih aktif menambah porsi emas dalam cadangan. Tren ini akan berlanjut selama tiga tahun ke depan. Sejak 2022, ketika cadangan devisa Rusia beku akibat invasi ke Ukraina, bank-bank sentral telah mempercepat pembelian emasnya hampir lima kali lipat.
Kesemuanya itu tadi sama-sama mendukung rerata kenaikan harga emas per tahun.
Setelah melihat proyeksi harga emas hingga 2026, jelas bahwa kenaikan harga emas per tahun masih akan berlanjut. Artinya, peluang emas masih terbuka lebar. Karena itu, manfaatkan momentum ini bersama Raja Emas Indonesia, tempat terbaik jual-beli emas dengan harga tertinggi!