
Emas putih atau emas kuning, mana yang lebih baik dibeli? Melalui pembahasan di bawah ini, Anda akan memahami perbedaan harga emas putih dan emas kuning, faktor penyebabnya, serta cara memilih yang paling sesuai dengan tujuan pribadi.

Harga emas dunia (spot) tercatat sekitar 4.002,93 Dolar AS (Rp66.600,749) per ons per awal November 2025. Di pasar Indonesia, harga jual logam mulia untuk pecahan 1 gram dilaporkan sekitar Rp2.278.000 di periode yang sama.
Pada kadar yang sama, nilai emas murni pada dasarnya sama. Baik emas putih maupun emas kuning 18K masing-masing mengandung sekitar 75% emas murni (18/24 bagian) dan 25% sisanya merupakan campuran logam lain.
Namun secara ritel historis, emas putih kerap dipasarkan sedikit lebih mahal. Beda harga emas putih dan kuning bisa berselisih sekitar 5-15% pada beberapa periode dan pasar. Jadi, anggapan masyarakat awam bahwa kadar emas menjadi penyebab perbedaan harga kedua jenis emas itu keliru.
Sebagai contoh, per akhir Oktober 2025 tercatat bahwa harga jual perhiasan dengan kadar 18 karat (75 % emas) warna kuning berada di sekitar Rp 2.011.000 per gram, sedangkan yang warna putih sekitar Rp 2.032.000 per gram.
Kesimpulannya, harga rasa “sama” bila hanya melihat kadar emas putih dan kuning, tetapi sejumlah faktor nantinya akan memengaruhi harga jual akhir di toko.

Setelah membahas harga emas putih dan emas kuning mahal mana, kini mari bahas penyebabnya secara lebih detail. Beberapa faktor utama menjadi alasan emas putih sering bernilai jual lebih tinggi daripada emas kuning.
Simak penjabarannya berikut ini.
Campuran logam lain menjadi bahan pembentuk emas putih, salah satunya adalah palladium dalam kadar 25%. Namun versi premium tak jarang memakai kadar palladium lebih tinggi untuk kilau ekstra cerah dan daya tahan dahsyat.
Padahal, palladium sendiri merupakan logam mulia dengan harga tinggi. Per ons-nya berkisar di atas 1.000-1.400 dolar AS (Rp16,65-Rp23,31 juta) per akhir Oktober 2025. Tak heran jika harga emas putih pun terdongkrak sebagai akibatnya.
Guna menghasilkan tampilan putih berkilau, emas putih dilapisi rhodium. Logam langka ini berfungsi memperkuat permukaan emas putih agar tidak mudah kusam.
Penggunaan rhodium, logam golongan platina yang produksi tahunan globalnya hanya sekitar 20 ton, turut berkontribusi pada kenaikan biaya produksi emas putih lantaran kelangkaan dan harganya yang tinggi.
Permintaan pasar juga berperan besar dalam perbedaan harga emas putih dan kuning. Desain modern yang elegan mengantarkan emas putih menjadi pilihan untuk perhiasan masa kini, sementara emas kuning bertahan sebagai pilihan utama untuk gaya klasik.

Setelah tahu alasan mengapa emas putih sering lebih mahal, sekarang mari lihat dari sisi investasi. Tidak sedikit yang beranggapan semua jenis emas sama dari segi potensi keuntungan, padahal ini adalah anggapan yang keliru.
Untuk investor konservatif, emas kuning adalah pilihan ideal. Dengan kandungan emas yang lebih murni dan model yang sederhana, penentuan nilainya pun menjadi lebih mudah. Karena itulah, emas kuning lebih likuid dengan kemudahan menjual kembali yang tidak banyak terpengaruh bentuk atau gaya desain.
Sebaliknya, emas putih kerap dipilih karena visualnya yang modern dan eksklusif. Campuran logam seperti nikel atau palladium serta pelapisan rhodium memang memberinya kilau yang memukau. Sayangnya, faktor-faktor ini juga berarti biaya tambahan yang tidak selalu ter-cover oleh nilai jual kembali.
Jadi, jika Anda ingin berinvestasi dengan orientasi jangka panjang, emas kuning adalah pilihan yang lebih aman. Tapi kalau Anda mencari gaya dan prestise, emas putih tentu lebih menarik.
Pada akhirnya, memahami perbedaan harga emas putih dan emas kuning mendorong pembelian yang selaras dengan tujuan pribadi Anda.
Belum punya gambaran? Konsultasikan dahulu secara GRATIS di Raja Emas Indonesia. Dengan atau tanpa surat, kami menjamin proses jujur dan harga terbaik untuk perhiasan, logam mulia, atau emas warisan Anda.