
Hingga kini, emas masih menempati posisi istimewa sebagai logam mulia paling bernilai di dunia. Tapi tahukah Anda di mana tambang emas terbesar di dunia yang menghasilkan jutaan ons logam berharga ini setiap tahunnya? Menariknya, tambang emas terbesar di dunia tersebar di beberapa negara.
Berikut lima lokasi yang paling produktif menghasilkan emas di seantero planet ini.

Kompleks tambang emas terbesar di dunia berada di Nevada. Namanya Nevada Gold Mines, dan produksinya mencapai 68,5% lebih banyak ketimbang tambang emas lain di posisi berikutnya.
Pengelolaan tambang raksasa ini melalui kemitraan antara Barrick dan Newmont, di mana Newmont memegang 38,5% saham.
Menariknya, Nevada Gold Mines menaungi sejumlah tambang emas raksasa seperti Carlin, Cortez, Turquoise Ridge, Phoenix, hingga Long Canyon, dengan total produksi masing-masing dari 2,8 hingga hampir 49 MT.
Sementara itu, cadangan terbukti dan terduganya mencapai 29,6 juta ons, plus sumber daya hingga 49 juta ons.

Siapa sangka tambang emas di Indonesia turut menempati daftar tambang emas terbesar di dunia. Ya, tambang Grasberg merupakan tambang emas nomor dua terbesar di dunia yang juga menempati posisi kedua untuk tambang tembaga.
Mayoritas kepemilikan tambang raksasa ini berada di tangan Freeport-McMoran, perusahaan tambang emas yang berada di peringkat kesembilan secara global berdasarkan volume produksinya.
Tambang Grasberg terbagi menjadi tiga area besar, yaitu Grasberg Block Cave, DMLZ, dan Big Gossan. Produksinya luar biasa, sekitar 5.000 ons emas setiap hari.
Melalui anak usahanya, PT Freeport Indonesia, Freeport-McMoran tengah menjalankan proyek pengembangan jangka panjang di deposit Kucing Liar. Menurut proyeksi, deposit ini bisa menghasilkan lebih dari 6 juta emas batangan kadar 99,99% dari tahun 2028 hingga 2041.

Olimpiada juga menjadi salah satu jawaban dari pertanyaan tambang emas terbesar di dunia berada di mana. Tambang terbuka di Rusia ini telah beroperasi sejak 1966 dan menempatkan negara tersebut setara dengan Australia sebagai produsen emas terbesar kedua pada 2022.
Adapun kepemilikannya dipegang oleh Polyus Gold, perusahaan tambang emas terbesar kelima secara global. Menurut laporan, operasi tambang Olimpiada akan terus berlangsung sampai 2029.
Sementara itu, tambang Olimpiada menyimpan 21 juta ons emas dalam cadangan terbukti dan terduga, serta 48 juta ons sumber daya terukur dan terindikasi. Seluruh bijih emas yang diambil dari tambang ini kemudian diolah di tiga pabrik besar yang setiap tahunnya sanggup memproses sekitar 14 juta ton bijih.

Sejak mulai beroperasi pada 2009, tambang emas dan tembaga Boddington di Australia telah menjadi salah satu sumber emas terbesar di negara itu. Tambang milik Newmont ini mempekerjakan lebih dari 2.000 tenaga kerja dan setiap tahun memproduksi sekitar 700 ribu ons emas dan 35 ribu ton tembaga.
Tahun 2022 menjadi tonggak bersejarah ketika tambang ini berhasil melewati batas produksi 1 juta ons emas per tahun, bersamaan dengan pengoperasian perdana armada Autonoous Haulage System (AHS).
Kini, pit selatan Boddington menjadi tambang terbuka terdalam di dunia yang memanfaatkan teknologi canggih tersebut.

Di Republik Demokratik Kongo berdiri tambang emas Kibali, gabungan dari operasi tambang terbuka dan bawah tanah yang kini menjadi simbol kebangkitan industri emas Afrika.
Proyek ini merupakan kolaborasi antara Barrick dan AngloGold Ashanti (masing-masing dengan 45% saham) serta perusahaan negara Sokimo yang memegang 10%.
Beroperasi sejak 2013 di bawah kendali Barrick, tambang Kibali telah menyumbang lebih dari 5,7 miliar dolar AS bagi ekonomi Republik Demokratik Kongo, dengan 3 miliar dolar di antaranya langsung mengalir ke pemasok dan penyedia jasa lokal.
Tambang emas terbesar di dunia mengukuhkan emas sebagai aset bernilai abadi. Tak hanya logam, emas merupakan investasi dan warisan masa depan. Untuk itu, raih nilai maksimal dari emas Anda sekarang. Jual-beli emas dengan harga terbaik hanya di Raja Emas Indonesia, partner investasi emas tepercaya Anda.