
Bicara tentang aset bernilai tinggi, koin emas termasuk salah satu yang menjadi primadona. Tak hanya karena nilainya yang terus naik, tetapi juga karena nilai historis yang melekat padanya. Tidak mengherankan jika minat masyarakat terhadap logam mulia ini senantiasa menunjukkan tren kenaikan.
Lalu, koin apa saja yang pernah dirilis resmi oleh pemerintah Indonesia? Temukan daftar lengkapnya di bawah ini.

Seri pertama yang terbit pada 1970 dalam rangka memperingati “25 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia” merupakan tonggak penting dalam sejarah numismatik nasional. Bank Indonesia memperkenalkan empat logam berharga dengan nilai nominal Rp5.000 hingga Rp25.000.
Varian Rp5.000, Rp10.000, dan Rp20.000 terbuat dari emas berkadar 90% dengan berat mulai dari 4,93 gram hingga 24,68 gram. Sementara edisi Rp25.000 menjadi paling istimewa karena menggunakan emas murni 99,9% seberat 8 gram.
Kolektor menyebut seri ini sebagai salah satu koin emas asli Indonesia paling bersejarah karena melambangkan kebanggaan nasional.

Empat tahun setelah peluncuran seri peringatan kemerdekaan, tepatnya pada 1974, Bank Indonesia kembali merilis edisi bertema konservasi alam.
Edisi ini menampilkan komodo, sang reptil khas Pulau Komodo, pada logam berharga bernilai Rp100.000 dengan berat 33,437 gram dan kadar emas 90%. Menyusul kemudian, pada 1987, hadir versi baru bergambar badak Jawa dengan nilai Rp200.000 dan kadar emas 91,7%.
Tidak hanya dirancang untuk memperingati upaya pelestarian alam Indonesia, kedua koleksi ini juga memiliki misi lain. Misi tersebut adalah menunjukkan kepedulian bangsa terhadap satwa endemik yang populasinya kian menipis.
Tak heran jika seri ini kini dianggap sebagai salah satu koin emas Bank Indonesia yang paling bernilai.

Tahun 1990 menjadi salah satu periode istimewa bagi rilisan logam mulia Indonesia. Bank Indonesia menerbitkan dua seri sekaligus:
Seri pertama terdiri atas pecahan Rp125.000, Rp250.000, dan Rp750.000 dengan kadar emas 23 karat. Berat masing-masing adalah 8, 17, dan 45 gram.
Hingga kini, banyak kolektor kerap menanyakan berapa harga koin emas tersebut. Nilai historis dan kandungan logamnya yang tinggi telah menjadikannya salah satu seri paling dicari di pasar logam mulia Indonesia.

Tahun 1995 menandai peringatan setengah abad kemerdekaan Indonesia. Menyambut momentum bersejarah ini, Bank Indonesia meluncurkan dua logam berharga dengan desain khusus. Kedua logam itu adalah pecahan Rp300.000 (17 gram) dan Rp850.000 (50 gram), yang keduanya terbuat dari emas 23 karat.
Kedua desainnya menampilkan wajah Presiden Soeharto dan logo DHN-45 yang merefleksikan semangat nasionalisme dalam memperingati perayaan 50 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Tahun 1999 menjadi momentum penting bagi kolaborasi Bank Indonesia dengan UNICEF dalam merayakan 50 tahun organisasi tersebut. Tema “Children of the World” dihadirkan secara artistik melalui logam mulia bernilai Rp150.000 berbahan emas murni 99,9% seberat 6,22 gram.
Melalui gambar anak yang bermain kuda lumping, desain ini menyampaikan dua pesan penting. Di satu sisi, ia menggambarkan kebahagiaan universal dan kekayaan budaya Nusantara. Di sisi lain, ia hadir dengan misi mulia untuk membantu anak-anak dunia lewat penggalangan dana.

Mengawali abad ke-21, Bank Indonesia mempersembahkan dua logam peringatan bernilai Rp500.000 yang menggambarkan para proklamator Indonesia. Edisi pertama menampilkan wajah Ir. Soekarno, sedangkan edisi berikutnya menggambarkan potret Drs. Moh. Hatta.
Keduanya terbuat dari emas murni 99% dengan berat 15 gram. Penerbitan ini menjadi penghormatan atas seratus tahun kelahiran Bung Karno (1901–2001) dan Bung Hatta (1902–2002) atas jasa mereka.
Itulah berbagai koin emas yang bernilai estetika dan historis. Jika Anda ingin memulai atau menambah koleksi logam mulia untuk investasi, kunjungi gerai Raja Emas Indonesia. Kami siap melayani jual-beli emas dengan harga terbaik dan transparan yang selalu bisa Anda percaya.