
Istilah emas putih mentah sering muncul dalam jual beli perhiasan, namun sesungguhnya logam tersebut tidak pernah ditemukan dalam bentuk alami. Emas putih terbentuk dari campuran emas murni dengan logam putih seperti palladium atau nikel.
Tujuannya untuk menciptakan warna elegan yang menyerupai platinum. Mari kita telusuri bersama bagaimana emas putih dibuat dan berapa kadar emas murni yang sebenarnya terkandung di dalamnya.

Emas putih adalah jenis logam mulia yang sering digunakan dalam pembuatan perhiasan modern. Berbeda dengan emas kuning yang memiliki warna alami, emas putih merupakan hasil campuran antara emas murni dengan logam putih seperti perak, palladium, nikel, atau seng.
Campuran ini menghasilkan warna putih keperakan yang elegan dan menyerupai platinum, sehingga banyak digemari karena tampilannya yang mewah dan modern.
Selain memberikan tampilan yang berbeda, campuran logam tersebut juga membuat emas putih lebih kuat dan tahan terhadap goresan daripada emas murni.
Berikut gambaran proses pembuatan emas putih:
Selain material rhodium, bahan pemoles lain yang bisa jadi pilihan adalah nikel. Tapi material tersebut bisa menyebabkan alergi bagi sebagian orang.
Selanjutnya Anda juga bisa memilih sepuhan palladium yang lebih hipoalergenik (tidak menyebabkan alergi) namun harganya lebih tinggi.

Perhiasan emas putih yang banyak kita temukan di pasaran kandungannya adalah 18 dan 14 karat. Emas putih 18 karat mengandung sekitar 75% emas murni, sementara sisanya terdiri dari logam putih seperti perak, palladium, nikel, atau seng.
Sementara untuk emas putih 14 karat, kandungan emas murninya sekitar 58,3% dan sisanya adalah campuran logam lain yang memberi warna putih berkilau serta meningkatkan kekuatan dan ketahanan perhiasan.
Dari segi harga emas putih, biasanya memiliki nilai yang setara dengan emas kuning pada kadar yang sama, namun bisa sedikit lebih mahal. Ini karena proses pembuatannya lebih kompleks dan penggunaan logam tambahan seperti paladium yang bernilai tinggi.
Selain itu faktor pasar dan kadar kemurnian juga turut memengaruhi harga jualnya di pasaran.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa emas putih mentah sebenarnya tidak ada, karena logam ini merupakan hasil campuran emas murni dengan logam putih seperti perak, nikel, atau palladium.
Keindahan dan kilau elegannya membuat emas putih banyak diminati sebagai bahan perhiasan modern, terutama untuk cincin kawin. Namun, penting untuk Anda ketahui bahwa harga emas putih sering turun drastis ketika ingin kita jual kembali karena nilai logam campurannya lebih rendah dari emas murni.
Berbeda halnya jika Anda menjualnya di Raja Emas Indonesia. Kami memberikan harga beli terbaik untuk perhiasan emas putih, emas lama, maupun emas tanpa surat, sesuai kadar dan kondisi aslinya.
Jadi, jika Anda ingin menjual atau menukar perhiasan emas putih dengan nilai yang adil dan menguntungkan, Raja Emas Indonesia adalah tempat yang tepat untuk Anda.