
Dalam prosesi pernikahan, mahar memiliki arti mendalam sebagai bentuk penghargaan kepada mempelai wanita. Di antara berbagai pilihan, mahar perhiasan emas banyak jadi pilihan. Selain memenuhi syarat sahnya mahar, emas juga menyimpan nilai ekonomi yang terus meningkat.
Mari kita telusuri secara lengkap makna mahar, syarat-syaratnya, serta keunggulan memilih emas sebagai simbol cinta yang abadi.

Secara bahasa, kata mahar berasal dari istilah Arab al-mahr atau shadaq, yang berarti pemberian wajib dari mempelai pria kepada mempelai wanita. Hadiah ini sebagai bentuk penghormatan dan tanda keseriusan dalam membina rumah tangga.
Dasar hukumnya adalah Al-Qur’an surah An-Nisaa’ ayat 4. Pada ayat tersebut Allah Swt memerintahkan agar mahar diberikan dengan penuh kerelaan hati sebagai wujud kasih dan tanggung jawab.
Di Indonesia, istilah mahar sering disamakan dengan “mas kawin”, yang mendapat pengaruh kuat dari budaya Jawa dan Melayu. Kata “mas” sendiri berarti emas. Ini dia alasannya emas tak pernah ketinggalan sebagai mahar pernikahan di berbagai daerah di Tanah Air.

Menurut syariat Islam, terdapat empat syarat utama yang harus dipenuhi agar mahar dianggap sah:
Mahar harus memiliki nilai ekonomi, seperti emas atau perhiasan emas. Karena itu, mahar perhiasan emas menjadi pilihan ideal karena nilainya jelas dan tahan terhadap inflasi.
Barang yang menjadi mahar harus halal dan membawa manfaat, bukan sesuatu yang haram, misalnya khamr. Dalam hal ini, mahar logam mulia dalam Islam seperti emas batangan atau perhiasan adalah pilihan terbaik karena dasar hukumnya adalah halal, bernilai, dan dapat kita manfaatkan.
Mahar tidak boleh berasal dari harta yang diperoleh secara paksa atau tidak sah, misalnya perhiasan hasil curian atau pembegalan.
Jenis dan nilainya harus disepakati dengan jelas, misalnya cincin emas 10 gram atau kalung emas tertentu agar tidak menimbulkan perselisihan di kemudian hari.
Lalu sebaiknya mahar emas berapa gram? Tidak ada ketentuan khusus untuk jumlah mahar. Tetapi syariat Islam menyarankan agar wanita meringankan mahar mereka, sebagaimana sabda Rasulullah saw.
“Sebaik-baik mahar adalah mahar yang paling mudah (ringan).” (HR. Al-Hakim)
Tujuan anjuran ini adalah mencegah pihak lelaki urung menikahi seorang muslimah karena tidak sanggup memenuhi permintaan harga set perhiasan emas untuk mahar yang terlalu tinggi.

Berikut dua contoh mahar emas yang umum dipilih oleh calon pasangan pengantin:
Set perhiasan emas biasanya terdiri dari kalung, gelang, anting, dan cincin dengan desain elegan. Pilihan ini cocok bagi Anda yang ingin memberikan simbol kemewahan sekaligus aset berharga bagi pasangan.
Mahar cincin emas lebih sederhana namun tetap bermakna, terutama jika terukir nama pasangan atau tanggal pernikahan. Selain menjadi simbol cinta, cincin emas mudah Anda jual kembali jika memerlukan dana segar secara mendadak..
Selain set kalung, gelang, atau cincin emas, mahar emas Antam juga bisa jadi pilihan kalau misalnya calon pengantin wanita kurang menyukai perhiasan.
Mahar perhiasan emas bukan hanya simbol cinta dan komitmen, tetapi juga bentuk investasi bernilai tinggi yang dapat Anda wariskan hingga generasi berikutnya. Dengan memilih emas sebagai mahar berarti Anda memberikan sesuatu yang indah, suci, dan bernilai abadi.
Jika Anda sedang mencari perhiasan emas berkualitas atau ingin menjual emas lama dengan harga terbaik, Raja Emas Indonesia siap menjadi mitra tepercaya Anda.
Semua pembelian perhiasan emas tanpa surat, emas warisan, emas lama, hingga logam mulia dengan proses cepat dan transparan bisa Anda percayakan pada kami. Kunjungi kami sekarang dan dapatkan penawaran terbaik untuk setiap gram emas Anda!