
Tahapan proses pemurnian emas merupakan perjalanan panjang yang mengubah batuan kasar dari tambang menjadi logam mulia berkadar tinggi. Pertama adalah tahapan crushing serta grinding, yaitu cara mengolah emas dari batuan lewat penghancuran batuan dengan mesin.
Emas selanjutnya melalui tahapan ekstraksi menggunakan bahan kimia khusus agar unsur-unsur lain, baik mineral maupun kotoran dapat terlepas. Proses berikutnya barulah pemurnian emas hingga mencapai kadar 99% atau 24 karat. Dari proses rumit inilah tercipta emas berkualitas tinggi.
Simak hingga akhir untuk mengetahui detail tahapannya.

Setelah butiran emas berhasil terlepas dari bijihnya, proses berikutnya yakni ekstraksi dengan larutan kimia untuk memisahkan emas dari batuan dan mineral lain. Dahulu pemurnian emas tradisional biasanya menggunakan cairan mercury.
Namun karena limbahnya sangat berbahaya dan mencemari lingkungan, proses produksi emas modern menerapkan sianidasi.
Gambaran pengaplikasiannya kira-kira dengan menuangkan larutan sianida ke tumpukan bijih emas dalam proses heap leaching. Tujuannya yakni melarutkan kandungan emas sehingga terpisah dari kotoran.
Walaupun sama-sama beracun dan pencemar lingkungan, tapi dengan penanganan khusus yang tepat, limbah sianida dapat dinetralkan sehingga lebih aman bagi lingkungan.
Sebagai alternatif yang lebih ramah, beberapa perusahaan memilih metode pemisahan mekanis, seperti gaya gravitasi atau sentrifugal. Proses ini memanfaatkan perbedaan berat jenis untuk menghasilkan emas berkadar tinggi.

Setelah melewati tahap ekstraksi, emas yang terbentuk umumnya masih mengandung logam lain seperti perak, tembaga, atau platina. Pada tahap inilah cara memisahkan emas dari tembaga dan perak atau proses pemurnian emas berlangsung.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kadar kemurniannya dari sekitar 60–90% menjadi mendekati sempurna. Pabrik produsen emas umumnya menggunakan dua metode utama yakni proses Miller dan proses Wohlwill.
Proses Miller memakai gas klorin untuk memisahkan kotoran dari emas cair, menghasilkan kemurnian sekitar 99,5–99,8%. Sementara proses Wohlwill menggunakan sistem elektrolisis, di mana arus listrik mengalir melalui larutan asam untuk mencapai kadar kemurnian emas hingga 99,99%.
Melalui proses inilah emas siap dibentuk menjadi perhiasan mewah atau logam mulia bernilai investasi tinggi.

Setelah proses pemurnian selesai, emas murni selanjutnya dilelehkan pada suhu sekitar 1.064°C hingga menjadi cairan. Logam cair ini kemudian dituangkan ke dalam cetakan khusus untuk membentuk batangan emas dengan ukuran dan berat yang seragam.
Setiap batangan emas selanjutnya memasuki tahap uji coba di laboratorium untuk memastikan kadar kemurniannya telah mencapai standar emas 99,99%. Tahapan selanjutnya adalah pemberian nomor seri unik dan cap resmi sebagai tanda keaslian emas sebelum akhirnya masuk ke tempat yang aman atau menuju pasar global.
Beberapa di antara emas cair ini juga dilelehkan ulang dan dicetak menjadi koin emas dengan campuran logam lain seperti perak dan tembaga agar lebih kuat dan tahan lama. Dengan begitu produk ini menjadikannya bentuk investasi yang elegan dan bernilai tinggi.
Proses pemurnian emas memang panjang dan membutuhkan ketelitian tinggi hingga akhirnya menghasilkan logam mulia berkadar 99,99% yang siap masuk ke pasar. Dari batuan tambang hingga menjadi perhiasan mewah, setiap tahap menunjukkan betapa berharganya emas yang Anda miliki.
Selanjutnya jika Anda ingin menjual emas hasil warisan, perhiasan emas lama, atau logam mulia dengan harga terbaik, Raja Emas Indonesia siap menjadi mitra tepercaya.
Dengan layanan profesional dan penilaian transparan, kami membeli berbagai jenis emas, bahkan tanpa surat dengan harga kompetitif. Percayakan transaksi Anda hanya pada ahli emas berpengalaman dan nikmati kemudahan menjual emas secara aman hanya di store di Raja Emas Indonesia.