
Anda mungkin menemukan istilah uqiyah ketika membaca pembahasan soal mahar, zakat, dan transaksi emas di masa lalu, khususnya dalam konteks sejarah islam. Banyak yang penasaran soal istilah ini, sampai bertanya-tanya, “1 uqiyah berapa gram emas”, ketika dikonversikan ke satuan modern?”
Bagi Anda yang penasaran tentang jawaban pertanyaan di atas sekaligus contoh pengaplikasiannya saat zaman nabi dan sahabat, artikel ini akan menjawab semua detailnya.
Uqiyah merupakan satuan timbangan yang digunakan di Jazirah Arab sebelum dan pada masa Nabi Muhammad saw. Satuan ini berguna untuk menakar emas dan perak, bukan sebagai mata uang cetak seperti rupiah saat ini.
Dalam praktiknya, uqiyah berfungsi sebagai alat ukur nilai. Artinya, orang zaman dulu menyebut harga atau mahar dengan “sekian uqiyah perak” atau “sekian uqiyah emas” untuk menunjukkan bobot dan nilainya.
Karena berperan sebagai standar timbangan, uqiyah menjadi acuan dalam banyak aspek fiqih, mulai dari mahar pernikahan, zakat, hingga transaksi ekonomi bernilai besar.

Ketika mengonversikannya ke satuan modern, estimasi 1 uqiyah adalah sekitar 31,7 gram emas. Angka ini banyak dipakai dalam konteks perhitungan emas modern karena lebih mendekati standar internasional (ons troy).
Meski begitu, Anda juga wajib tahu di konversi uqiyah di literasi klasik bisa sedikit berbeda, tergantung konteks dan wilayah, ya. Ada yang mengaitkannya dengan 40 dirham, ada pula yang menyesuaikan dengan sistem dinar dan mithqal.
Lalu 1 uqiyah berapa rupiah?
Untuk ini, jawabannya tergantung pada harga emas terbaru di pasaran. Jadi, Anda tinggal cek harga terbarunya di situs kredibel seperti Raja Emas Indonesia, lalu mengalikannya dengan 31,7 gram.

Contoh penggunaan alat ukur ini ketika zaman nabi dan sahabat adalah:
Penggunaan uqiyah yang paling kuat dalilnya adalah sebagai satuan mahar. Dalam hadis riwayat Muslim, Aisyah RA menyebutkan:
“Mahar Rasulullah saw. kepada para istrinya adalah 12 uqiyah dan 1 nasy.”
Satu nasy setara dengan setengah uqiyah. Artinya, total mahar tersebut adalah 12,5 uqiyah atau 500 dirham perak ( 1 uqiyah setara 40 dirham). Ini menunjukkan bahwa uqiyah berguna sebagai ukuran nilai perak, bukan koin fisik. Praktik ini kemudian menjadi rujukan fiqih tentang mahar yang tidak memberatkan.
Nilai 500 dirham (12,5 uqiyah) terkenal luas sebagai mahar standar atau mahr mitsl di masa Nabi dan sahabat.
Imam Asy-Syafi’i bahkan menganjurkan agar mahar tidak melebihi mahar Rasulullah saw. kepada istri dan putrinya. Dari sini terlihat bahwa uqiyah berfungsi sebagai standar nilai sosial dan hukum, bukan sekadar istilah teknis.
Dalam riwayat sejarah, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA menebus Bilal bin Rabah dari perbudakan dengan sejumlah uqiyah emas.
Meski nominal pastinya berbeda-beda dalam berbagai sumber sirah, kisah ini menunjukkan bahwa uqiyah sudah berperan sebagai patokan nilai dan harga dalam transaksi besar sejak masa awal Islam.
Selain itu, uqiyah juga berguna dalam penetapan nishab (batas minimal) zakat perak, yaitu sekitar 5 uqiyah, alias 200 dirham. Hal ini menegaskan peran uqiyah sebagai alat ukur resmi dalam sistem ekonomi Islam awal.
Setelah tahu 1 uqiyah berapa gram emas dan pengaplikasiannya, Anda mungkin sadar jika sekarang satuan ini tidak lagi dipakai.
Nah, jika ingin membeli emas dengan satuan gram yang jelas, harga kompetitif, dan berkualitas, maka langsung saja cek di Raja Emas Indonesia. Semua emas yang Anda beli sudah terjamin keasliannya. Staf kami yang ramah dan profesional juga siap membantu.