
Baku emas adalah konsep klasik yang pernah menjadi fondasi sistem moneter dunia. Sistem yang terkenal dengan istilah gold standard atau standar emas sudah dipakai lebih dari satu abad di dunia. Kehadirannya kerap menjadi tolok ukur kepercayaan masyarakat dan investor terhadap mata uang.
Untuk Anda yang penasaran dengan sistemnya, artikel ini siap memberikan penjelasan detail. Anda akan menemukan informasi mengenai pengertian, kelebihan, kekurangan, sampai alasan sistem ini tidak lagi relevan.

Baku emas (gold standard) merupakan sistem moneter yang mengaitkan nilai mata uang dengan emas. Maksudnya, setiap uang yang beredar punya nilai setara dengan jumlah emas tertentu, sehingga uang kertas atau koin dapat ditukar dengan emas sesuai kurs dari pemerintah.
Inggris merupakan negara yang pertama kali mengadopsi sistem ini di tahun 1821. Setelah itu, makin banyak negara yang ikut mengadopsi, seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Prancis.
Di masa puncaknya, sistem ini berguna sebagai fasilitator perdagangan internasional yang stabil karena semua mata uang berpatokan pada emas. Namun, karena perang dunia dan kebutuhan fiskal akhirnya banyak negara yang perlahan meninggalkan sistem ini.

Di masanya, sistem ini punya beberapa kelebihan:
Jumlah uang yang beredar dibatasi oleh cadangan emas, sehingga pemerintah tidak bisa mencetak uang sembarangan. Hal ini membuat inflasi lebih terkendali dan nilai mata uang tetap stabil.
Mata uang tidak hanya bergantung pada janji pemerintah, tetapi mendapat dukungan aset fisik emas. Alhasil, masyarakat dan investor merasa lebih aman karena emas menjadi penopang nilai uang.
3. Mempermudah Perdagangan Internasional
Dengan nilai tukar yang stabil karena semua mata uang mengacu pada emas, perdagangan lintas negara dapat berjalan lebih lancar dan minim dari risiko fluktuasi kurs.
Sistem ini akan membatasi defisit anggaran dan pencetakan uang untuk membiayai utang, sehingga pemerintah akan lebih hati-hati dalam mengelola keuangan.
Baca Juga: Kenapa Harga Emas Mahal

Di balik kelebihannya, sistem baku emas ini juga punya kekurangan, seperti:
Ketika ekonomi berkembang, kebutuhan uang otomatis meningkat. Tapi, karena gold standard hanya memungkinkan pasokan uang sebanyak cadangan emas, maka ekspansi ekonomi bisa terhambat.
Dalam kondisi darurat, pemerintah akan sulit mencetak uang tambahan karena setiap uang harus didukung dengan stok emas yang memadai.
Negara yang punya cadangan emas besar lebih untung karena bisa mencetak uang lebih banyak. Sebaliknya, negara yang cadangan emasnya terbatas akan kesulitan menjaga stabilitas ekonomi.
Jika jumlah barang semakin banyak, tetapi cadangan emasnya tidak bertambah, maka harga barang di pasaran bisa turun. Akibatnya, beban utang terasa lebih berat karena nilai uang meningkat.

Perlahan sistem gold standard ini tidak lagi dipakai di dunia karena beberapa alasan di bawah:
Kini, meski baku emas atau gold standard sudah tidak berlaku, emas tetap menjadi aset penting sebagai penyimpan nilai. Jadi, investasi emas tetap relevan sampai sekarang. Karena itu, berinvestasi ke logam mulia ini adalah pilihan terbaik.
Jika Anda berencana menjual emas yang selama ini sudah disimpan, maka pastikan untuk menjualnya di Raja Emas Indonesia. Sesuai slogan, “Kami Terima Emas Harga Tinggi“, kami siap memberikan harga terbaik agar investasi Anda menguntungkan. Yuk, jual emas Anda sekarang di Raja Emas Indonesia!