
Informasi soal apa saja negara penghasil emas terbesar di dunia memang selalu menarik perhatian. Apalagi jika katanya ada di Indonesia di dalam daftar tersebut, rasa penasaran Anda mungkin makin tinggi. Mengingat Indonesia terkenal punya banyak tambang emas, wajar sekali rasa penasaran ini muncul.
Ternyata, Indonesia memang termasuk ke dalam 10 negara penghasil emas terbesar di dunia. Tapi, peringkat berapa? Yuk, temukan jawabannya dengan mengecek daftar di bawah!

China masih kokoh di posisi teratas dengan jumlah produksi sekitar 370–380 metrik ton per tahunnya. Aktivitas pertambangan emas di negara ini terpusat di beberapa provinsi utama seperti Shandong, Henan, dan Jiangxi yang dikenal kaya mineral.
Negara ini juga merupakan konsumen emas terbesar dunia, sehingga pengaruhnya terhadap pasokan dan permintaan global sangat signifikan.

Rusia menempati peringkat kedua negara penghasil emas di dunia dengan produksi emas sekitar 310–330 metrik ton per tahun. Wilayah Siberia dan Timur Jauh Rusia menjadi pusat pertambangan emas, dengan tambang Olimpiade milik Polyus sebagai salah satu yang terbesar.
Emas juga punya peran strategis bagi Rusia sebagai penguat cadangan devisa negaranya.

Tambang-tambang besar di Australia Barat seperti Boddington, Kalgoorlie, dan Cadia Valley menjadi tulang punggung produksi nasional, dengan produksi sekitar 285–310 metrik ton per tahun.
Negara ini juga terkenal pemasok utama emas mentah dan hasil pemurnian ke pasar Asia.

Kanada menempati peringkat keempat dengan produksi sekitar 200 metrik ton emas per tahun. Provinsi Ontario dan Québec menyumbang lebih dari 70% produksi emas nasional, yang akhirnya membuat Kanada jadi pemain penting di Amerika Utara.
Kondisi geologi yang mendukung serta eksplorasi yang terus aktif membuat Kanada berperan besar sebagai pemasok emas global, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Produksi emas di Negara Paman Sama ini mencapai 160–170 metrik ton per tahun, yang umumnya berasal dari negara bagian Nevada dan Alaska.
Meski produksi emas AS cenderung menurun sejak 2017, negara ini tetap berpengaruh lewat cadangan emas besar mereka dan perusahaan tambang raksasa yang beroperasi secara global.

Tambang Altyntau Kokshetau di Kazakhstan Timur merupakan salah satu penyumbang utama dari produksi emas mereka yang mencapai 130 metrik ton per tahun. Berkat pertumbuhan investasinya pula, Kazakhstan pun semakin diperhitungkan di kawasan Asia Tengah.

Meksiko hadir dengan produksi emas sekitar 120–140 metrik ton per tahunnya. Wilayah Sonora dan Zacatecas merupakan tempat bersejarah dalam pertambangan emas di negara ini.
Lalu, kombinasi tradisi tambang dan investasi asing, akhirnya Investasi membantu Meksiko menjaga pasokan emas global, khususnya dari kawasan Amerika Latin.

Nah, pertanyaan soal Indonesia penghasil emas urutan ke berapa terjawab di sini. Dengan produksi 100–110 metrik ton per tahun, kita berada di posisi ke delapan.
Tulang punggung produksinya berada di Tambang Grasberg, Papua. Tambang ini jugalah yang menjadikan Indonesia pemain penting suplai emas di Asia Tenggara.
Baca Juga: Daerah Penghasil Emas

Afrika Selatan menempati peringkat kesembilan dengan produksi sekitar 100 metrik ton per tahun, dengan Cekungan Witwatersrand sebagai lokasi tambang utamanya. Walau produksi menurun daripada masa kejayaannya, Afrika Selatan tetap dikenal sebagai simbol negara emas dunia.

Uzbekistan melengkapi daftar dengan produksi sekitar 100–120 metrik ton per tahun, yang didominasi oleh Tambang Muruntau. Produksi emas yang stabil akhirnya membuat Uzbekistan menjadi pemasok emas penting di Asia Tengah.
Terlepas dari di mana posisi Indonesia di daftar negara penghasil emas terbesar dunia di atas, investasi ke produk perhiasan dan logam mulia di tanah air tetap harus Anda pertimbangkan. Sebab, emas sudah populer sebagai pelindung nilai aset yang efisien.
Jika berencana menjual emas Anda, pastikan bawa ke Raja Emas Indonesia untuk dapatkan harga terbaik, tanpa potongan, dan proses yang transparan!