
Cadangan emas Indonesia menjadi topik yang menarik untuk dibahas karena memperlihatkan kontras yang cukup unik. Di satu sisi, Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan tambang emas yang sangat besar. Namun di sisi lain, jumlah emas yang disimpan sebagai cadangan negara justru tergolong rendah.
Cadangan emas Indonesia dapat dipahami melalui dua pengertian. Pertama, cadangan emas sebagai sumber daya, yaitu emas yang masih tersimpan di dalam bumi dalam bentuk bijih. Kedua, cadangan emas secara moneter, yakni emas yang dimiliki dan disimpan oleh Bank Indonesia sebagai bagian dari cadangan devisa negara.

Indonesia termasuk salah satu negara dengan potensi emas terbesar di dunia. Berdasarkan Booklet Emas yang dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2020, jumlah cadangan emas milik RI mencapai 2.600 ton Au (emas). Angka ini setara dengan sekitar 5% dari total cadangan emas dunia yang berada di kisaran 50.300 ton Au.
Dari sisi sumber daya, Indonesia tercatat memiliki 14,96 miliar ton bijih emas dengan sumber daya logam sekitar 0,01 juta ton. Sementara itu, cadangan bijih emas yang telah teridentifikasi mencapai 3,6 miliar ton, dengan cadangan logam emas sebesar 0,005 juta ton.
Sebaran cadangan emas tersebut tidak merata dan didominasi oleh wilayah tertentu. Namun cadangan emas terbesar di Indonesia adalah Pulau Papua dengan total bijih emas mencapai 1,87 miliar ton, atau sekitar 52% dari total cadangan nasional.
Berikut daftar daerah penghasil emas di Indonesia (dalam juta ton):
Dengan jumlah tersebut, Indonesia bahkan berada di atas beberapa negara maju seperti Kanada, Tiongkok, dan Amerika Serikat dari sisi potensi cadangan emas di dalam bumi. Hal ini menegaskan bahwa secara geologis, Indonesia merupakan salah satu negara kaya emas di dunia.
Baca Juga: Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia

Di balik potensi besar tersebut, terdapat fakta yang cukup kontras. Cadangan emas Indonesia yang berada Bank Indonesia justru tergolong rendah. Berdasarkan data Oktober 2025, Bank Indonesia memiliki cadangan emas sekitar 80 ton.
Jumlah ini relatif kecil jika kita bandingkan dengan banyak negara lain. Bahkan di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia masih tertinggal dari Thailand, Filipina, dan Singapura, meskipun ukuran ekonomi Indonesia jauh lebih besar.
Berikut alasannya kenapa cadangan emas Indonesia sedikit di Bank Indonesia:
Salah satu faktor utama rendahnya kepemilikan emas moneter adalah keterbatasan total cadangan devisa nasional. Emas hanya merupakan salah satu komponen devisa, selain valuta asing dan surat berharga pemerintah.
Ketika total devisa tidak terlalu besar, porsi emas yang dapat pemerintah alokasikan pun menjadi terbatas. Artinya, persoalannya tidak semata terletak pada emas, tetapi pada struktur cadangan nasional secara keseluruhan.
Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki prioritas menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Karena itu, BI lebih banyak menempatkan cadangannya pada aset yang sangat likuid, seperti:
Aset-aset tersebut mudah dicairkan ketika terjadi tekanan terhadap rupiah. Berbeda dengan emas yang membutuhkan proses lebih panjang untuk dijual, sehingga kurang fleksibel dalam kondisi darurat moneter.
Meskipun produksi emas nasional tergolong besar, sebagian besar hasil tambang tidak otomatis tersimpan sebagai cadangan negara. Alasannya karena pelaku industri umumnya mengekspornya ke pasar global.
Kondisi ini berkaitan dengan sejarah pengelolaan tambang yang banyak melibatkan perusahaan asing. Hasil produksi dijual secara komersial, sehingga tidak otomatis masuk ke cadangan resmi negara.
Namun, arah kebijakan mulai menunjukkan perubahan. Pemerintah telah meluncurkan bank bullion pertama Indonesia pada Februari 2025 untuk menahan peredaran emas di dalam negeri.
Selain itu, pemerintah juga memberlakukan aturan yang mewajibkan menahan hasil ekspor sumber daya alam di dalam negeri selama periode tertentu. Kebijakan ini membuka peluang peningkatan kepemilikan emas nasional ke depan.
Pada akhirnya, cadangan emas Indonesia tidak hanya mencerminkan kekuatan ekonomi negara, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk melihat emas sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang.
Jika Anda ingin mulai memiliki emas fisik sebagai bagian dari perencanaan keuangan, pastikan membelinya dari tempat tepercaya. Untuk pembelian emas aman, resmi, dan transparan, Anda dapat memilih Raja Emas Indonesia sebagai mitra terbaik investasi emas Anda.