
Apa itu likuiditas sering menjadi pertanyaan penting saat Anda mulai memahami cara kerja keuangan, baik dalam investasi, bisnis, maupun pengelolaan aset pribadi. Likuiditas berkaitan dengan kemudahan suatu aset untuk diubah menjadi uang tunai tanpa kehilangan nilai yang signifikan.
Memahami konsep ini membantu Anda mengambil keputusan finansial yang lebih bijak, terutama saat membutuhkan dana cepat.

Secara sederhana, likuiditas adalah seberapa mudah suatu aset bisa dibeli atau dijual. Semakin cepat aset bisa Anda jual dengan harga wajar, semakin likuid aset tersebut. Sebaliknya, jika sulit terjual atau butuh waktu lama untuk menemukan pembeli, maka aset tersebut tidak likuid (illiquid).
Likuiditas tidak hanya penting dalam investasi, tetapi juga dalam pengelolaan keuangan perusahaan dan perbankan. Aset yang likuid memberi fleksibilitas karena bisa segera Anda gunakan saat membutuhkan, misalnya untuk kebutuhan darurat, pembayaran utang, atau peluang investasi mendadak.
Berikut contoh kategori aset berdasarkan tingkat likuiditasnya.
Di dunia investasi, cash (uang tunai) adalah aset paling likuid. Uang sudah siap pakai kapan saja tanpa perlu Anda jual atau konversi terlebih dahulu.
Anda tidak perlu menunggu pembeli, tidak perlu proses administrasi, dan tidak ada risiko penurunan harga saat ingin menggunakannya.
Setelah cash, ada cash equivalent, yaitu aset yang bisa sangat cepat kita ubah menjadi uang tunai.
Contohnya:
Emas termasuk aset dengan likuiditas tinggi karena mudah kita jual kembali di pasar dengan harga yang relatif stabil dan banyak peminat. Sebagian besar cash equivalent di atas bisa cair hampir instan. Bahkan yang paling lama pun umumnya hanya membutuhkan waktu sekitar 90 hari untuk menjadi uang tunai.
Baca Juga: Kenapa Harga Emas Mahal?
Aset fisik seperti:
Benda-benda di atas memang memiliki nilai, tetapi penjualannya tidak mudah. Anda membutuhkan pembeli khusus yang benar-benar tertarik dan bersedia membayar sesuai harga pasar. Inilah yang membuat aset koleksi tergolong kurang likuid.
Tanah, rumah, dan properti termasuk aset yang sangat tidak likuid. Alasannya proses jual beli bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Di samping itu penjualannya juga memerlukan proses administrasi dan birokrasi yang rumit.
Selanjutnya likuiditas properti berkaitan dengan pembeli serta dana besar, dan harganya sulit disesuaikan dengan cepat mengikuti kebutuhan. Karena itu, properti bukan pilihan ideal jika Anda membutuhkan uang dalam waktu cepat.

Likuiditas tidak hanya berlaku pada aset, tetapi juga pada berbagai sektor keuangan. Berikut beberapa jenis likuiditas yang perlu Anda pahami.
Memahami apa itu likuiditas membantu Anda menentukan aset mana yang tepat untuk disimpan sesuai kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang. Aset yang likuid memberi rasa aman karena bisa dicairkan dengan cepat saat dibutuhkan, tanpa prosedur rumit dan tanpa kehilangan nilai besar.
Salah satu contoh aset likuid yang banyak dipilih masyarakat adalah emas. Jika Anda ingin memiliki emas yang mudah dijual kembali dengan harga kompetitif dan tepercaya, Anda bisa mendapatkannya melalui Raja Emas Indonesia sebagai pilihan tepat untuk investasi emas yang aman dan likuid.