
Pernahkah Anda merasa ragu sejenak saat menerima emas yang baru saja dibeli? Sebuah pertanyaan kecil yang muncul begitu saja: apakah ini benar-benar asli? Kekhawatiran seperti ini wajar dirasakan siapa saja.
Emas adalah aset bernilai tinggi, baik sebagai instrumen investasi maupun perhiasan yang menyimpan makna, sehingga memastikan keasliannya adalah keputusan yang bijak.
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, emas dikenal sebagai instrumen yang relatif stabil dibandingkan mata uang, sehingga banyak orang memilihnya untuk menjaga nilai aset jangka panjang atau sebagai jaminan masa depan.
Namun, tingginya minat terhadap emas juga membuka celah bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk memalsukan produk demi keuntungan pribadi. Tanpa pengetahuan yang memadai tentang cara membedakan emas asli dari tiruannya, siapa pun berpotensi mengalami kerugian yang tidak sedikit.
Oleh karena itu, memahami cara mendeteksi keaslian emas menjadi langkah penting sebelum melakukan transaksi, baik untuk investasi maupun kebutuhan pribadi. Dengan mengenali ciri-cirinya, metode pengecekan sederhana, hingga pentingnya memilih penjual tepercaya, Anda dapat lebih terlindungi dari potensi kerugian finansial.
Baca Juga: Perbandingan Harga Jual Beli Emas Tanpa Surat vs Bersurat
Artikel ini akan memandu Anda mengenali langkah-langkah praktis untuk memastikan keaslian emas sebelum membelinya. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Sebelum membeli, penting bagi Anda untuk memahami perbedaan emas asli dan palsu agar tidak merugi. Pemeriksaan dari tampilan fisik bisa menjadi langkah awal yang mudah dilakukan.
Dengan memperhatikan detail tertentu secara teliti, Anda dapat memperoleh gambaran awal mengenai keaslian emas sebelum memutuskan untuk bertransaksi.
Salah satu cara paling mudah untuk mendeteksi keaslian emas adalah dengan mengamati warnanya. Emas asli memiliki warna kuning yang khas, terlihat alami, dan merata di seluruh permukaannya. Kilauannya terlihat elegan, tidak berlebihan, serta tidak mudah berubah meski terkena air, sabun, atau paparan bahan kimia ringan.
Berbeda dengan emas asli, emas palsu sering kali menampilkan warna yang tidak konsisten. Beberapa bagian mungkin terlihat lebih mengilap, terlalu kuning dan mencolok, atau justru tampak pucat dan kusam. Perbedaan ini bisa menjadi tanda awal yang perlu Anda waspadai, terutama saat membeli perhiasan seperti cincin atau gelang.
Memperhatikan warna dengan cermat memang terdengar sederhana, namun langkah ini cukup berarti sebagai penilaian awal sebelum Anda memutuskan untuk bertransaksi.
Selain warna, kilau juga menjadi indikator penting dalam mendeteksi emas asli atau bukan. Emas asli umumnya memancarkan kilau yang lembut dan elegan, tidak berlebihan, namun tetap terlihat berkelas. Kilau ini cenderung stabil dan tidak mudah pudar meskipun perhiasan sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Berbeda dengan emas palsu yang biasanya tampak terlalu mencolok. Emas asli memiliki kilau yang lembut dan natural, tidak berlebihan. Sementara emas palsu cenderung tampak terlalu mengilap dan terkesan tidak natural saat dilihat dari dekat. Perbedaan karakter kilau inilah yang dapat menjadi petunjuk awal dalam menilai keaslian emas sebelum Anda memutuskan untuk membelinya.
Cara lain untuk mendeteksi emas asli atau bukan adalah dengan memperhatikan beratnya. Emas memiliki tingkat kepadatan yang tinggi, sehingga untuk ukuran yang sama, emas asli biasanya terasa lebih berat dibandingkan logam lain.
Sensasi bobot yang “padat” saat digenggam sering menjadi ciri khas tersendiri. Sebaliknya, emas palsu umumnya tidak memiliki kepadatan yang sama karena sering kali terbuat dari campuran logam lain.
Akibatnya, dengan ukuran serupa, bobotnya bisa terasa lebih ringan atau justru tidak proporsional. Membandingkan berat emas secara cermat dapat menjadi petunjuk tambahan yang cukup membantu dalam menilai keasliannya sebelum Anda memutuskan untuk membeli.
Selain melihat tampilan fisiknya, Anda juga perlu memahami sifat dasar emas untuk memastikan keasliannya. Kewaspadaan ini penting, terutama jika Anda berinvestasi atau membeli emas dalam jumlah besar.
Baca Juga: Berapa Harga Memperbaiki Emas yang Patah? Estimasi Biaya dan Alternatif Terbaiknya
Emas memiliki karakteristik khusus yang sebenarnya tidak sulit untuk dikenali, selama Anda memahami ciri-ciri yang perlu diperhatikan.
Emas murni tidak bersifat magnetis. Ini karena emas tidak mengandung partikel logam seperti besi, nikel, atau kobalt yang biasanya tertarik oleh magnet. Anda bisa memanfaatkan sifat ini untuk melakukan pengecekan sederhana: cukup dekatkan magnet ke permukaan emas.
Jika tidak ada reaksi tarik-menarik, itu bisa menjadi indikasi bahwa emas tersebut asli. Sebaliknya, apabila magnet menempel atau menunjukkan daya tarik yang kuat, besar kemungkinan emas tersebut mengandung campuran logam lain dan patut dicurigai keasliannya. Metode ini memang sederhana, tetapi cukup membantu sebagai langkah awal pemeriksaan.
Selain uji magnet, Anda juga dapat memperhatikan sifat korosif emas. Emas murni tidak mudah bereaksi terhadap udara maupun kelembapan, sehingga tidak akan berkarat atau teroksidasi seperti perak dan besi. Karakteristik ini membuat emas tetap tampak stabil meski digunakan dalam jangka waktu lama.
Sebaliknya, emas palsu atau emas dengan kadar rendah sering kali hanya dilapisi emas tipis di bagian luar. Seiring waktu, lapisan tersebut dapat memudar atau terkelupas, terutama jika sering bergesekan dengan kulit atau terkena keringat.
Untuk pengecekan sederhana, Anda bisa menggosokkan emas secara perlahan pada kulit lengan. Jika muncul perubahan warna atau bekas tertentu, hal tersebut patut diwaspadai sebagai indikasi bahwa emas tersebut bukan murni.
Emas murni pada dasarnya memiliki tekstur yang lunak, dan sifat ini semakin terasa pada kadar yang sangat tinggi. Karena mudah dibentuk, emas murni banyak digunakan dalam pembuatan emas batangan. Namun untuk perhiasan, kelunakan ini justru menjadi kendala.
Maka dari itu, perhiasan emas biasanya dicampur dengan logam lain seperti perak atau platinum agar lebih kuat dan tidak mudah berubah bentuk. Pada emas berkadar 99,99%, tingkat kelunakannya akan lebih terasa.
Secara teori, emas murni bahkan dapat meninggalkan bekas jika ditekan cukup kuat. Namun, metode seperti menggigit emas tidak disarankan sebagai cara pengujian karena kurang akurat dan berisiko merusak produk. Jadikan sifat ini sebagai pengetahuan tambahan saja, bukan acuan utama dalam menilai keaslian emas sebelum Anda membeli atau berinvestasi.

Mengenali ciri-ciri emas asli adalah hal yang penting, namun memilih tempat bertransaksi yang tepercaya adalah langkah yang tidak boleh diabaikan. Raja Emas Indonesia hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut, menawarkan layanan jual beli emas yang aman, transparan, dan profesional melalui jaringan gerai di berbagai kota besar di Indonesia serta aplikasi resmi yang mudah digunakan.
Baca Juga: Jual Emas Tanpa Surat, Apakah Bisa?
Anda bisa langsung berkonsultasi dengan ahli perhiasan, memverifikasi keaslian emas di tempat, dan memantau harga sebelum memutuskan untuk membeli atau melakukan buyback. Koleksi yang lengkap dan jaminan keaslian produk membuat setiap transaksi terasa lebih tenang dan meyakinkan. Kunjungi gerai terdekat atau unduh aplikasinya, dan mulai pengalaman bertransaksi emas yang berbeda.