
Banyak orang penasaran, seperti apa sebenarnya ciri-ciri pasir mengandung emas yang sering ditemukan di sungai atau area tertentu. Apalagi, emas terkenal punya nilai tinggi dan sejak dulu memang bisa Anda temukan secara alami di alam.
Nah, untuk Anda yang ingin mencoba mencari sendiri atau sekadar mau tahu tanda pasir mengandung emas, maka daftar di bawah bisa menjadi panduan. Mari kita kulik satu per satu!

Salah satu ciri yang paling sering ditemukan adalah adanya pasir hitam pekat atau black sand yang mengandung mineral berat seperti magnetit dan hematit.
Karena emas juga termasuk mineral berat, maka materialnya juga sering mengendap di area yang sama. Jadi, jika Anda melihat pasir hitam menumpuk di dasar sungai, area tersebut patut “dicurigai”.

Pasir emas umumnya ditemukan di sungai aktif atau sungai mati yang sudah lama tidak mendapat aliran air. Selain itu, alur sungai bekas lahar gunung berapi dan endapan hasil erosi juga sering menyimpan emas.
Biasanya, emas akan terbawa arus air, lalu mengendap di titik-titik tertentu yang alirannya lebih tenang.
Baca Juga: Ciri Sungai Mengandung Emas

Pasir yang berpotensi mengandung emas sering ditemukan di sekitar batuan kuarsa atau granit yang memiliki urat mineral. Kuarsa terkenal sebagai batuan induk emas, sehingga pasir yang berada di sekitarnya sering ikut membawa serpihan emas dari batuan asalnya.

Pasir emas jarang ditemukan sendirian, karena juga tercampur dengan kerikil kecil, batu kuarsa, atau pecahan batuan keras lainnya. Nah, lingkungan seperti ini sangat mendukung terbentuknya endapan emas placer, yaitu emas yang terlepas dari batuan induk dan terbawa aliran air.

Banyak yang bertanya, pasir emas berwarna apa sebenarnya?
Nah, ternyata saat terkena sinar matahari, emas di pasir akan memantulkan kilau kuning keemasan yang tidak berubah. Kilau ini juga tetap terlihat cerah meski Anda menggoyangnya di dalam air.

Emas di pasir biasanya berbentuk butiran kecil atau serpihan tipis dengan berat sekitar 19.3 g/cm3. Karena beratnya lebih tinggi daripada pasir biasa yang hanya 2,6–2,7 g/cm³, maka emas cenderung mengendap di dasar dan tidak mudah terbawa arus.

Cara mengetahui pasir yang mengandung emas selanjutnya adalah dengan mencarinya celah batuan dasar sungai, bagian belakang batu besar, atau lekukan sungai. Alasannya tentu saja karena sifatnya yang cenderung mengendap di lokasi-lokasi dengan arus tenang.

Pasir yang mengandung emas juga bisa Anda lihat dari kondisi tanaman di sekitarnya. Ketika tanaman terlihat lebih kering, daunnya keriting, atau pertumbuhannya tidak normal, maka kemungkinan ada kandungan mineral tertentu seperti emas di dalam tanah.

Pada akhirnya, cara paling akurat tetap dengan pendulangan. Melalui metode ini, pasir ringan akan terbuang, sementara mineral berat dan emas tertinggal di dasar dulang.
Dengan memahami semua tanda di atas, Anda bisa lebih yakin dalam mengenali ciri-ciri pasir mengandung emas tanpa asal menebak. Namun, jika Anda sudah memiliki emas, perhiasan, atau logam mulia dan ingin menjualnya dengan aman, pastikan memilih tempat tepercaya, misalnya di Raja Emas Indonesia.Sebab, Raja Emas Indonesia siap membantu Anda menjual emas tanpa surat, tanpa potongan, dan dengan proses yang transparan. Anda juga bisa membeli emas maupun perhiasan sesuai kebutuhan. Langsung saja kunjungi Raja Emas Indonesia untuk mendapatkan pengalaman transaksi emas yang aman dan jelas!