
Di kala krisis, emas selalu menjadi andalan banyak orang. Adapun harga emas sudah pasti melesat ketika orang-orang mencari perlindungan dari risiko. Gejolak abad ke-21 pun terus memacu rekor barunya. Lalu, berapa harga emas tertinggi sepanjang sejarah?

Harga emas tertinggi sepanjang masa menembus rekor baru di angka 4.379,13 dolar AS (sekitar Rp72,87 juta) per ons pada 17 Oktober 2025.
Lonjakan luar biasa ini terjadi akibat sejumlah faktor. Salah satunya adalah meningkatnya permintaan akan aset lindung nilai karena memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Sepekan sebelumnya, tepatnya 9 Oktober, Tiongkok memperluas larangan ekspor unsur tanah jarang. Hal ini merupakan respons terhadap kebijakan AS yang menyerukan pelarangan penjualan peralatan ke industri semikonduktor Tiongkok.
Tak lama kemudian, setelah pasar tutup pada hari Jumat, Presiden Donald Trump menanggapi dengan ancaman tarif 100 persen atas barang-barang asal Tiongkok. Tidak ketinggalan pula berlakunya pembatasan ekspor terhadap segala jenis perangkat lunak penting.
Pada 8 oktober, harga emas resmi menembus angka 4.000 dolar AS (sekitar Rp66,56 juta) per ons. Sebulan sebelumnya, pada 7 September, emas sudah lebih dulu melampaui rekor tertingginya setelah disesuaikan inflasi, yakni 850 dolar AS (sekitar Rp14,14 juta) yang bertahan sejak 1980.
Kenaikan harga emas akhir-akhir ini ditopang banyak hal seperti pembelian besar oleh bank-bank sentral dunia, arus masuk dana ke ETF emas, penutupan sementara pemerintahan AS, hingga pemangkasan suku bunga oleh The Fed sebesar 0,25 persen.

Memprediksi ke mana arah harga emas akan bergerak sebetulnya bukan perkara sederhana. Pasalnya, ada begitu banyak faktor yang saling berkaitan. Misalnya, dari pertumbuhan ekonomi, risiko pasar, biaya peluang, hingga momentum pergerakan harga itu sendiri.
Pertumbuhan ekonomi cenderung meningkatkan permintaan emas untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perhiasan sampai investasi. Tapi justru ketika ketidakpastian meningkat, emas kembali bersinar sebagai “benteng terakhir” bagi investor yang ingin melindungi diri dari inflasi dan gejolak pasar.
Ke depan, pengamat emas tak hanya akan memantau inflasi atau ketegangan geopolitik, tetapi juga dinamika pasokan dan permintaan. Dari sisi pasokan, lima negara penghasil emas terbesar di dunia adalah Tiongkok, Australia, Rusia, Kanada, dan AS.
Analis menilai bahwa perusahaan-perusahaan tambang emas terbesar di dunia masih kurang berinvestasi dalam eksplorasi emas baru. Akibatnya, produksi global sempat turun dari 3.200-3.300 metrik ton per tahun pada periode 2018-2020 menjadi hanya sekitar 3.000-3.100 metrik ton di 2021-2022.
Baru pada 2023 dan 2024, produksi kembali meningkat menjadi 3.250 dan 3.300 metrik ton.
Jika melihat dari sisi permintaan, Tiongkok dan India adalah dua raksasa yang tak henti berebut posisi sebagai konsumen emas terbesar di dunia.
Selain itu, tren pembelian emas oleh bank sentral juga kembali meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Setelah jatuh ke titik terendah pada 2020, pembelian ini justru melonjak hingga 1.136 metrik ton pada 2022.
Jadi, meskipun kini sudah jelas berapa harga tertinggi emas dalam sejarah yang pernah tercatat, dunia masih menunggu jawaban seberapa jauh harga logam mulia ini akan terus menanjak. Apa pun jawabannya nanti, kebanyakan investor sepakat bahwa emas tetap menjadi aset wajib dalam portofolio investasi.
Melihat potensi harga emas tertinggi sepanjang sejarah yang masih berpotensi terpatahkan suatu waktu, sekarang waktunya bertindak. Jangan ragu memulai investasi emas return tinggi sekarang juga! Raja Emas Indonesia siap membantu Anda beli maupun jual emas dengan aman dan menguntungkan. Kunjungi gerai kami di kota Anda sekarang!