
Investasi Dinar semakin banyak diperbincangkan sebagai alternatif selain emas batangan Antam. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap logam mulia, kedua jenis emas ini kerap menjadi pilihan utama untuk menjaga nilai kekayaan.
Dinar dikenal memiliki nilai historis, sementara emas Antam unggul dari sisi legalitas dan likuiditas. Lalu, di antara investasi Dinar atau emas batangan Antam, mana yang lebih tepat untuk Anda pilih sesuai tujuan finansial?

Secara sederhana, dinar adalah koin emas yang berasal dari konsep mata uang Islam kuno, di mana 1 dinar setara dengan 4,25 gram emas murni. Dinar tidak hanya dipandang sebagai instrumen investasi, tetapi juga memiliki nilai filosofis, historis, dan syariah yang masih relevan hingga saat ini.
Sementara emas Antam adalah produk resmi dari PT Aneka Tambang Tbk yang telah lama dikenal sebagai standar emas batangan di Indonesia. Setiap keping emas Antam dilengkapi sertifikat resmi dan nomor seri unik sehingga mudah diverifikasi keasliannya.
Sebelum menentukan pilihan, penting bagi Anda memahami karakteristik dasar dari dinar emas dan emas Antam.
Perbedaan paling mencolok antara keduanya terletak pada tujuan penggunaannya.
Emas dinar lebih cocok untuk penyimpanan kekayaan jangka panjang yang stabil dan mudah diwariskan. Sementara itu, emas Antam lebih sesuai bagi Anda yang ingin berinvestasi secara konvensional, membeli saat harga rendah dan menjual saat harga naik.
Artinya, emas Antam berorientasi pada momentum pergerakan harga emas dunia, sedangkan Dinar berorientasi pada nilai intrinsik kandungan emasnya.
Emas dinar lebih mudah dijual di lingkungan atau komunitas yang memang memahami konsep dinar. Di luar komunitas tersebut, likuiditasnya cenderung lebih terbatas karena tidak semua pihak familiar dengan standar Dinar.
Sementara dalam hal likuiditas, emas Antam jelas lebih unggul. Anda bisa menjual emas Antam di berbagai tempat seperti toko emas resmi, marketplace, gerai pembelian emas, hingga langsung ke Antam.
Emas dinar tidak terlalu terpengaruh oleh spekulasi pasar. Nilainya cenderung stabil karena lebih berfokus pada kandungan emas per gram, bukan pada merek atau korporasi yang memproduksinya.
Sebaliknya, nilai emas Antam sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga emas dunia. Ketika harga emas global naik, nilai jual emas Antam ikut meningkat secara signifikan.
Emas dinar sering memiliki spread emas yang lebih kecil karena dihitung murni dari nilai emasnya, meskipun hal ini tetap bergantung pada penyedia Dinar.
Sementara itu, emas Antam biasanya memiliki spread yang lebih besar. Ini berarti harga emas harus naik cukup tinggi terlebih dahulu agar Anda bisa mendapatkan keuntungan saat menjual kembali.

Langkah pertama cara investasi dinar, tentunya dengan membeli koin dinar. Untuk dinar terbitan Antam bisa Anda dapatkan Butik Emas Antam atau mitra distributor tepercaya. Selain itu Anda juga bisa membelinya di Galeri24 (Pegadaian), atau marketplace. Dinar Antam sendiri tersedia dalam pecahan ¼, ½, 1, 2, sampai 4 Dinar.
Anda juga bisa memilih dinar Antam 22 Karat (91,7%) atau Dinar 24 Karat (99,99%). Sayangnya sejak tahun 2021 Antam tidak lagi memproduksi dinar sehingga emas dinar Antam yang beredar sekarang adalah keluaran lama.
Investasi dinar maupun emas Antam pada akhirnya kembali pada tujuan finansial Anda. Jika menginginkan likuiditas tinggi dan investasi berbasis momentum harga, emas Antam bisa menjadi pilihan.
Namun, jika Anda mencari kestabilan nilai dengan sentuhan historis dan filosofis, dinar emas adalah alternatif yang sangat menarik.
Selanjutnya untuk Anda yang berniat menjual koin dinar atau emas Antam simpanan, Raja Emas Indonesia adalah tempat yang tepat. Kami menjamin taksiran paling kompetitif sesuai harga emas terkini pada berbagai produk emas. Ini termasuk emas tanpa surat maupun yang fisiknya sudah rusak.
Kunjungi store kami sekarang dan rasakan pengalaman menyenangkan jual emas hanya di Raja Emas Indonesia.