
Saat menjual emas, Anda mungkin pernah merasa seperti “tertipu” karena nilainya jauh dari harapan. Pertanyaannya: kenapa jual emas selalu rugi? Banyak pemilik emas tidak menyadari bahwa waktu jual, jenis emas yang dimiliki, dan tempat penjualan sangat memengaruhi harga yang didapat.
Jika Anda sedang berencana menjual emas dalam waktu dekat, ada baiknya memahami lebih dulu apa yang memengaruhi nilai emas di pasaran.

Kebijakan buyback tiap toko emas berbeda-beda antara satu toko dengan lainnya. Ada yang memberlakukan harga buyback sesuai surat emas, tanpa peduli harga emas sedang naik, tapi ada pula toko emas yang mengikuti harga pasaran.
Untuk toko yang memberlakukan harga buyback sesuai surat, potongannya biasanya cukup rendah, antara Rp20-Rp30 ribu. Tapi toko dengan kebijakan buyback sesuai harga emas yang berlaku jumlah potongannya pun cukup besar, biasanya 10% dari nilai total emas sebagai keuntungan toko.
Penjelasan ini konteksnya berkaitan dengan perhiasan emas, karena buyback untuk emas Antam pasti mengikuti harga sekarang. Nah, agar tak lagi merasa tertipu saat belanja perhiasan emas di toko emas, tanyakan secara detail ketentuan harga buyback mereka.

Emas muda memiliki kadar emas murni yang rendah, biasanya di bawah 70%, sehingga nilai jualnya pun lebih rendah dibandingkan emas tua atau emas murni.
Selain itu, kandungan logam campuran dalam emas muda membuat toko emas perlu melakukan proses peleburan ulang, yang tentu dikenakan potongan harga.
Oleh karena itu, meskipun bentuknya menarik, emas muda cenderung merugikan saat dijual kembali, terutama jika belum disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Banyak orang mengalami kerugian saat menjual emas karena terlalu terburu-buru, padahal belum lama disimpan. Salah satu penyebabnya adalah karena harga emas belum sempat naik signifikan sejak pembelian.
Jual emas saat harga naik memang benar dapat memberikan imbal hasil. Tapi dengan catatan, emas sudah tersimpan dalam jangka menengah (minimal 5 tahun) hingga panjang (lebih dari 10 tahun). Dengan begitu potensi keuntungannya akan lebih optimal.
Jika Anda menjual kembali hanya dalam hitungan minggu atau bulan, nilai jualnya belum tentu menutupi harga beli awal, apalagi setelah toko emas memotong ongkos dan biaya lainnya. Menahan emas sedikit lebih lama bisa memberi hasil yang jauh lebih baik.

Perhiasan emas yang berhias permata terlalu banyak justru bisa membuat nilainya menurun saat Anda jual. Pasalnya, toko emas umumnya hanya menilai berat dan kadar emasnya saja. Sementara batu permata (kecuali berlian) tidak dihitung atau bahkan harus dilepas terlebih dahulu. Akibatnya, harga jualnya bakal jauh di bawah ekspektasi.

Kehilangan surat pembelian emas bisa berdampak besar pada nilai jualnya karena seakan kurang kredibel atau bahkan keasliannya meragukan. Surat emas berfungsi sebagai bukti legalitas dan keaslian, serta mencantumkan detail penting seperti kadar, berat, dan asal toko.
Tanpa surat, pembeli cenderung memberi harga lebih rendah sebagai bentuk antisipasi risiko. Namun, di Raja Emas Indonesia, kami tetap melayani pembelian emas tanpa surat dengan penilaian yang adil dan transparan.

Penyebab lain Anda kerap merugi saat jual emas adalah kurang cermat dalam memilih tempat penjualan. Tidak semua toko memberikan harga yang adil dan transparan, terutama untuk emas tanpa surat atau emas lama.
Salah satu trik jual emas perhiasan agar tidak rugi adalah pentingnya memilih tempat tepercaya seperti Raja Emas Indonesia. Kami berkomitmen memberikan harga terbaik tanpa potongan tersembunyi, layanan cepat, serta menerima berbagai jenis emas—termasuk perhiasan warisan, emas rusak, hingga logam mulia.
Jadi salah satu cara jual perhiasan emas agar tidak rugi adalah memilih Raja Emas Indonesia sebagai mitra Anda.
Dengan memperhatikan poin-poin di atas Anda tentu tak akan penasaran lagi kenapa jual emas selalu rugi. Kunjungi cabang terdekat Raja Emas Indonesia untuk mendapatkan harga paling kompetitif hari ini.