
Kasus peredaran emas palsu kembali mencuat, kali ini dengan modus penipuan emas Antam yang tampak begitu meyakinkan di mata pembeli. Dari kemasan hingga sertifikat, semuanya dibuat nyaris sempurna. Tak heran, banyak masyarakat menjadi korban tanpa sadar.
Situasi ini menjadi pengingat pentingnya memilih tempat jual-beli emas yang aman dan bereputasi. Simak penjelasan berikut untuk mengetahui cara menghindari kerugian serupa.

Sebanyak 109 ton logam mulia berlogo PT Aneka Tambang Tbk diduga diproduksi secara ilegal dari tahun 2010-2021. Penyidik menemukan bahwa produksi tersebut menggunakan merek Antam, tetapi tidak melalui jalur prosedur yang sah.
Sasaran empuk para pelaku adalah calon pembeli yang belum mengerti prosedur legal pembelian emas. Mereka kemudian menawarkan emas dengan cap merek serta sertifikat emas Antam yang terlihat sah, padahal sama sekali tidak melalui jalur resmi.
Selain itu, pelaku seringkali memanfaatkan dokumen palsu untuk mengelabui pembeli seolah transaksinya sah. Dari situ, mereka bisa mendapat keuntungan ilegal, baik dari selisih jumlah dan harga maupun pemalsuan merek.
Antam menegaskan bahwa setiap logam mulia asli mengantongi nomor seri unik serta fitur keamanan khusus dengan teknologi anti pemalsuan. OJK pun mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur harga murah dan harus disertai pengecekan menyeluruh.
Oleh karena itu, hindari terjebak dalam modus penipuan emas Antam dengan selalu memeriksa keaslian produk dan reputasi penjual.

Buntut dari maraknya kasus penipuan pembelian emas Antam, masyarakat kini harus lebih cermat dalam memastikan keaslian logam mulia sebelum membeli. Berikut sejumlah tips yang dapat Anda ikuti supaya tidak mudah tertipu:
Tanda khas membedakan produk logam mulia Antam asli dari yang palsu, karena teknologi pemalsu tidak mampu menirunya. Ciri umumnya meliputi logo resmi Antam (“LM”), sertifikat dengan hologram, nomor seri unik, serta keterangan berat dan kadar kemurnian. Semua jenis emas Antam memiliki ciri-ciri fisik tersebut.
Tak hanya itu, warna emasnya pun halus dan seragam, tidak kusam atau belang. Setiap berat emas juga harus sesuai dengan keterangan di sertifikat. Karena itu, jangan mudah percaya pada kemasan yang sekilas terlihat bagus tanpa verifikasi lebih lanjut.
Gunakan aplikasi CertiEye untuk memindai QR code pada kemasan emas. Aplikasi ini langsung terhubung dengan database resmi Antam. Maka, data yang muncul di layar harus identik dengan informasi di sertifikat. Bila hasilnya berbeda, jangan takut untuk segera membatalkan pembelian.
Toko tepercaya akan mengizinkan Anda menimbang dan menguji kadar emas di tempat. Cara ujinya pun tidak sembarangan, menggunakan alat canggih seperti X-Ray Fluorescence (XRF) analyzer yang mampu mendeteksi kadar logam mulia secara akurat dengan metode non-invasif, sehingga tidak merusak struktur emas.
Hal ini menunjukkan transparansi dan menjamin produk sesuai standar. Jika penjual menolak, sebaiknya waspadai kemungkinan barang palsu.
Jadi, bila masih ragu beli emas Antam di mana yang aman, belilah di mitra resmi atau toko dengan sertifikasi dan kepercayaan tinggi di pasar logam mulia, seperti Raja Emas Indonesia.
Nah, fenomena penipuan emas Antam menunjukkan bahwa tidak semua penawaran emas bisa Anda percaya mentah-mentah. Jangan tunggu sampai Anda menjadi korban berikutnya. Percayakan transaksi Anda pada Raja Emas Indonesia, mitra tepercaya untuk jual-beli emas dengan aman dan harga terbaik!