
Sejak ribuan tahun lalu, emas telah menjadi bagian penting dari peradaban manusia. Logam mulia ini bukan sekadar perhiasan, tetapi juga alat transaksi yang menggerakkan roda ekonomi dunia. Di Indonesia sendiri, sejarah emas mencerminkan perjalanan panjang perdagangan dan kemakmuran sejak masa kerajaan.
Tak heran jika hingga kini, emas tetap menjadi simbol kemakmuran yang tak tergantikan.

Jauh sebelum hadirnya uang kertas atau mata uang modern seperti dolar dan rupiah. Emas telah lebih dahulu orang gunakan sebagai alat tukar yang paling berharga. Lalu kenapa emas berharga dan mahal?
Ini terutama karena sifatnya yang langka, tahan lama, dan tak mudah rusak, termasuk oleh pembakaran. Dengan begitu emas ideal menjadi simbol kekayaan sekaligus alat transaksi yang diakui di berbagai belahan dunia.
Siapa penemu emas pertama di dunia, sampai saat ini belum terungkap. Namun sekitar tahun 700 SM, para pedagang dari Kerajaan Lydia (kini Turki), adalah pelopor penggunaan emas dalam perdagangan.
Mereka menciptakan logam campuran emas dan perak yang kemudian orang sebut electrum sebagai bentuk awal uang logam.
Selanjutnya Raja Croesus dari Lydia memperkenalkan koin emas pertama dengan stempel resmi kerajaan. Keputusannya tersebut menciptakan sistem transaksi yang lebih mudah dan terpercaya.
Sejak saat itu, perdagangan berkembang pesat dan muncul toko-toko permanen yang menjadi cikal bakal dunia retail modern. Meski Kerajaan Lydia akhirnya takluk oleh Persia, warisan ekonominya tetap hidup hingga saat ini.
Penggunaan koin emas pun menyebar ke seluruh dunia dan menjadi fondasi sistem moneter global yang kita kenal hingga saat ini. Hal menegaskan bahwa emas memang layak kita sebut sebagai “mata uang tertua” dalam sejarah umat manusia.

Sejarah emas sebagai alat tukar di Indonesia sendiri telah dimulai sejak ribuan tahun lalu dan menjadi bagian penting dari perjalanan ekonomi bangsa. Catatan tertua menunjukkan bahwa penambangan emas pertama kali berlangsung pada abad ke-4 Masehi di Distrik Cina, Kalimantan Barat.
Tambang tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Nusantara sudah mengenal nilai dan keindahan emas jauh sebelum masa kolonial.
Lalu seiring berjalannya waktu, kegiatan pertambangan emas terus berkembang dan menarik minat dunia internasional. Bahkan pada era 1980-an ada lebih dari seratus perusahaan menunjukkan ketertarikannya untuk berinvestasi di sektor emas Indonesia.
Berikutnya memasuki tahun 1990-an, muncul sejumlah perusahaan produsen emas besar yang mampu meningkatkan total produksi nasional hingga 10.995 ton. Angka tersebut adalah sebuah capaian yang luar biasa di masanya. Perusahaan ini adalah seperti PT Antam, PT Ampalit Mas Perdana, dan PT Ara Tutut.
Kini, dunia mengenal Indonesia sebagai salah satu pemain besar di industri emas global, dengan cadangan mencapai 2.600 ton yang menempatkan negara kita di peringkat keenam dunia.
Potensi emas tanah air pun masih sangat menjanjikan, tersebar di wilayah Papua, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatra. Selain mendukung industri besar, tambang rakyat juga berperan penting dalam menggerakkan ekonomi daerah dan menjaga warisan kemilau emas Nusantara tetap bersinar hingga kini.
Sejarah emas telah membuktikan bahwa logam mulia ini selalu menjadi simbol nilai dan kepercayaan sejak ribuan tahun lalu, dari peradaban kuno hingga era modern.
Untuk Anda yang ingin berinvestasi atau menjual emas, Raja Emas Indonesia adalah tempat yang paling tepat. Kami hadir sebagai mitra tepercaya bagi Anda yang ingin menjual perhiasan emas tanpa surat, emas lama, emas warisan, maupun Logam Mulia dengan harga terbaik dan proses yang transparan serta adil.
Didukung pengalaman dan kejujuran dalam setiap transaksi, kami memastikan setiap gram emas Anda memiliki nilai yang sepadan. Kunjungi store terdekat kami sekarang juga.