
Banyak orang masih bertanya-tanya, Swarovski emas atau bukan, hanya karena tampilannya berkilau dan sering dipasang pada perhiasan berwarna emas. Ya, benda ini memang tampak mewah, bahkan sering disangka setara dengan emas atau berlian.
Nah, sebelum salah paham dan keliru menilai nilainya, mari temukan jawaban sekaligus penjelasan detail soal pertanyaan tadi melalui artikel ini!
Apakah Swarovski Itu Emas?

Jawabannya tegas: bukan. Swarovski bukanlah emas, juga bukan logam mulia. Swarovski adalah kristal kaca buatan manusia yang dipotong dengan teknologi presisi tinggi agar mampu memantulkan cahaya dengan sangat indah.
Lalu, mengapa sering terlihat seperti emas? Ini karena banyak perhiasan Swarovski menggunakan rangka atau lapisan logam, seperti gold plated atau rhodium. Artinya, yang berlapis emas hanyalah bagian rangkanya, bukan kristal Swarovski itu sendiri.
Brand Swarovski ini berdiri sejak tahun 1895 di Austria, dengan pendirinya Daniel Swarovski. Brand ini terkenal karena teknik pemotongan kristalnya yang sangat detail, sehingga menghasilkan kilau menyerupai berlian.
Bahan utama Swarovski adalah kaca kristal khusus yang mengandung timbal yang berguna untuk meningkatkan indeks bias cahaya, sehingga pantulan cahayanya terlihat tajam dan mewah.
Bahkan, Swarovski juga dikenal dengan efek Aurora Borealis, yakni kilau pelangi khas yang menjadi ciri pembeda dari kristal biasa.
Sementara itu, karakteristik kristal ini adalah:

Banyak yang penasaran mengapa harga Swarovski mahal, padahal bukan emas atau berlian. Jawabannya terletak pada brand value, kualitas potongan, desain eksklusif, serta proses produksinya yang presisi.
Harga Swarovski pun bervariasi, mulai dari ratusan ribu untuk kristal tempelnya. Sedangkan perhiasan gelang, kalung, atau jam tangan bisa mencapai jutaan rupiah, tergantung model dan koleksinya.
Jadi, yang Anda bayar dari Swarovski bukan bahan dasarnya, tapi estetika dan reputasi mereknya.

Bukan dengan emas, Swarovski justru kerap dibandingkan dengan berlian, karena sama-sama berkilau. Tapi, keduanya punya banyak perbedaan, seperti:
Berlian merupakan batu alam yang terbentuk dari karbon murni karena tekanan dan suhu ekstrim di perut bumi selama jutaan tahun. Sementara itu, Swarovski adalah kristal buatan manusia yang diproduksi dari kaca khusus melalui proses manufaktur presisi di pabrik.
Berlian tersusun dari karbon murni dari alam. Sedangkan Swarovski terbuat dari campuran kaca kristal dengan kandungan timbal untuk meningkatkan indeks bias cahayanya.
Berlian memiliki tingkat kekerasan tertinggi di dunia dengan skala Mohs 10. Swarovski jauh lebih lunak, yaitu di Mohs 6–7, sehingga lebih mudah tergores atau rusak
Kilau berlian bersifat alami dengan pantulan cahaya putih yang tajam. Di sisi lain, Swarovski menghasilkan kilau buatan yang khas, biasanya dengan efek pelangi Aurora Borealis hasil pelapisan khusus.
Berlian memiliki nilai intrinsik tinggi dan sering dijadikan aset bernilai atau investasi. Sebaliknya, Swarovski tidak memiliki nilai intrinsik sebagai batu mulia, karena nilainya berasal dari desain, merek, dan fungsi fashion, dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Berdasarkan penjelasan di atas, kita bisa simpulkan Swarovski adalah pilihan yang tepat untuk gaya, bukan investasi.
Karena itu, jika tujuan Anda bukan sekadar tampil stylish, tapi juga ingin berinvestasi, perhiasan berbahan emas jelas menjadi pilihan yang lebih bijak daripada Swarovski. Sebab, emas punya nilai intrinsik, mudah dijual kembali, dan harganya cenderung stabil.
Nah, setelah tahu bahwa Swarovski bukan emas dan lebih tertarik berinvestasi ke emas sungguhan, Anda bisa langsung cek Raja Emas Indonesia. Kami menyediakan berbagai logam mulia atau perhiasan cantik menanti dengan harga kompetitif dan kualitas terjamin!