
Investasi emas menjadi pilihan populer bagi masyarakat yang ingin menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Saat ini, dua layanan yang paling sering dibandingkan adalah Tabungan Emas BSI vs Pegadaian.
Keduanya menawarkan kemudahan membeli emas secara digital, namun memiliki karakteristik yang berbeda. Agar Anda tidak salah memilih, berikut perbandingan lengkapnya.

Sebelum menjatuhkan pilihan, simak dulu perbandingan kedua layanan terpopuler ini dari segi sistem pengelolaan, kemudahan mengakses layanan, serta biaya transaksinya.
Tabungan Emas BSI dijalankan berdasarkan prinsip syariah. Produk ini menggunakan akad murabahah dan wadiah, sehingga seluruh transaksi dilakukan sesuai ketentuan ekonomi Islam. Emas fisik benar-benar tersedia dan dicatat atas nama nasabah.
Sementara itu, Tabungan Emas Pegadaian menggunakan sistem penitipan emas digital yang dikelola oleh Pegadaian sebagai lembaga resmi milik negara. Fokus utamanya adalah kemudahan akses dan fleksibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kesimpulan:
BSI unggul dari sisi kepatuhan syariah, sedangkan Pegadaian unggul dalam kemudahan dan jangkauan layanan.
Cara menabung emas di BSI cukup mudah melalui aplikasi BSI Mobile, khususnya bagi nasabah yang sudah memiliki rekening BSI. Seluruh transaksi dilakukan cukup dalam satu aplikasi.
Selanjutnya untuk tabungan emas Pegadaian, Anda dapat membukanya melalui Pegadaian Digital maupun langsung di outlet. Selain itu, Pegadaian terintegrasi dengan berbagai marketplace seperti Tokopedia dan Shopee.
Kesimpulan:
BSI cocok bagi Anda yang menginginkan sistem terpusat dalam satu aplikasi perbankan, sedangkan Pegadaian lebih fleksibel karena bisa diakses dari banyak platform.
BSI umumnya menetapkan pembelian emas mulai dari 0,1 gram sesuai kebijakan internal bank. Pegadaian menawarkan pembelian emas mulai dari 0,01 gram, sehingga sangat ramah bagi pemula atau Anda yang ingin menabung emas dari nominal terkecil.
Kesimpulan:
Pegadaian lebih unggul untuk pemula dengan dana terbatas.
Pada Tabungan Emas BSI, pembelian emas tak terbeban biaya transfer karena langsung terhubung dengan rekening BSI. Namun terdapat biaya titipan atau pengelolaan tahunan fixed sebesar Rp24.000.
Tabungan Emas Pegadaian juga mengenakan biaya pengelolaan tahunan. Selain itu, jika pembelian dilakukan menggunakan transfer bank lain atau dompet digital, biasanya dikenakan biaya admin. Bisa Rp0 (via aplikasi digital), atau Rp30.000 (outlet/syariah)
Kesimpulan:
BSI lebih efisien untuk pembelian rutin karena bebas biaya admin transaksi, sementara Pegadaian mewajibkan biaya kecil per transaksi.
Penarikan emas fisik di BSI umumnya terbatas pada emas batangan Antam dan hanya dapat dilakukan di cabang tertentu. Inilah yang menjadi sedikit kekurangan tabungan emas BSI.
Pegadaian unggul jauh dalam hal ini. Melalui Galeri 24 atau ATM emas, Anda dapat memilih berbagai merek emas seperti Antam, UBS, hingga Lotus Arch.
Kesimpulan:
Pegadaian lebih unggul untuk Anda yang ingin fleksibilitas dan variasi emas fisik.
Baik BSI maupun Pegadaian menyediakan fitur gadai saldo emas secara online. Anda dapat memperoleh dana tunai tanpa harus menjual emas secara permanen. Di Pegadaian, fitur ini sangat praktis dan dapat diakses langsung melalui aplikasi digital.
Kesimpulan:
Keduanya sama-sama unggul dan berfungsi sebagai solusi dana darurat.
Tabungan Emas BSI cocok untuk Anda yang:
Tabungan Emas Pegadaian cocok untuk Anda yang:

Jadi kesimpulannya tabungan Emas BSI vs Pegadaian sama-sama aman dan diawasi OJK. Perbedaannya hanya terletak pada gaya investasi dan kebutuhan pribadi Anda.
Untuk yang berniat menjual emas simpanan untuk kebutuhan mendesak, Raja Emas Indonesia adalah mitra terbaik Anda. Kami menjamin taksiran tertinggi untuk emas Anda sesuai harga terkini serta proses transaksi aman dan transparan.
Dengan fitur lengkap, sistem aman, serta berbagai keuntungan tambahan, aplikasi Raja Emas menjadi pilihan tepat bagi Anda yang ingin bertransaksi emas secara modern.