
Ketika Anda memiliki uang dingin dan sedang mencari investasi minim risiko, ada dua opsi yang patut Anda pertimbangkan: investasi emas vs deposito. Dari kedua jenis investasi ini kira-kira manakah yang terbaik? Untuk menjawab pertanyaan lebih baik investasi emas atau deposito, Anda perlu membandingkan beberapa aspek.
Saat ini, emas memang tidak hanya tersedia dalam bentuk fisik saja. Anda juga dapat mencoba berinvestasi emas digital yang lebih praktis. Sementara itu, deposito merupakan produk perbankan yang berbentuk tabungan berjangka.
Berikut perbandingan kedua jenis instrumen investasi ini dilihat dari segi modal awal, potensi keuntungan, likuiditas, risiko, dan juga perlindungan terhadap inflasi.

Saat Anda dihadapkan dengan dua pilihan: investasi emas atau deposito? Lihatlah dulu berapa modal yang Anda miliki.
Emas menawarkan fleksibilitas dalam hal modal. Anda bisa membeli emas batangan dalam gramasi kecil yakni mulai 0,5 gr yang apabila dikonversikan dalam nominal adalah sekitar Rp1.030.000 (harga saat artikel ini ditulis). Bahkan sejumlah platform memperbolehkan Anda berinvestasi emas digital mulai dari 0,01 gr saja.
Sementara itu, deposito memerlukan modal yang lebih besar. Bank umumnya menetapkan minimal setoran awal mulai Rp5 juta sampai Rp10 juta.

Lebih untung investasi emas atau deposito? Potensi keuntungan yang ditawarkan emas memang tidak pasti. Namun, dalam jangka panjang, nilai emas selalu mengalami kenaikan secara konsisten.
Di sisi lain, deposito menawarkan keuntungan berbentuk bunga tetap. Umumnya bunga deposito bank konvensional bervariasi antara 2-4% per tahun. Sedangkan bank digital seperti Seabank, Neo Commerce, Superbank dll menawarkan bunga lebih tinggi yakni mencapai 8% per tahun.

Apabila Anda mengutamakan kemudahan mencairkan aset khususnya saat ada kebutuhan mendadak, emas menawarkan likuiditas yang tinggi. Anda bisa menjualnya kapan saja.
Sebaliknya, untuk deposito, pencairan dana baru bisa Anda lakukan setelah jatuh tempo sesuai dengan perjanjian awal. Untuk itu, tentukan dengan bijak tempo deposito apakah Anda ingin mendepositokan tabungan untuk 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun.
Sebenarnya Anda tetap bisa mengambil dana yang Anda depositokan sebelum jatuh tempo, tapi pihak bank akan memberlakukan penalti sebesar 0,5% sampai 3% dari nominal deposito Anda.

Aspek lain yang wajib Anda pertimbangkan saat memilih investasi deposito atau emas adalah risikonya. Emas tentu memiliki risiko fluktuasi harga. Selain itu, risiko fisik seperti kehilangan atau pencurian juga wajib Anda waspadai.
Sementara itu, deposito terbilang investasi paling aman. Dana Anda akan memperoleh jaminan LPS selama jumlahnya tidak lebih dari batas yang telah ditentukan.

Emas memang instrumen yang paling efektif untuk melindungi nilai kekayaan dari inflasi. Di saat kondisi perekonomian tidak stabil, emas dapat mempertahankan nilainya bahkan cenderung naik. Hal ini membuatnya sebagai aset pelindung dalam jangka panjang.
Sebaliknya, deposito kurang efektif dalam melawan inflasi. Saat tingkat inflasi lebih besar dari bunga deposito, nilai uang Anda justru dapat tergerus.
Melalui perbandingan di atas, Anda tak perlu bingung lagi untuk memilih antara investasi emas vs deposito. Pasalnya, dari segi potensi keuntungan dan perlindungan terhadap inflasi, emas jauh lebih unggul.
Nah, apabila Anda sudah yakin untuk berinvestasi emas, pastikan untuk membelinya di tempat tepercaya seperti di Raja Emas Indonesia. Selain melayani pembelian, Raja Emas Indonesia juga menerima penjualan kembali dengan proses pengecekan transparan, menggunakan alat XRF canggih, serta menawarkan nilai buyback yang tinggi sehingga memaksimalkan keuntungan Anda.