
Emas dikenal sebagai aset aman dan stabil, namun bukan berarti tanpa risiko. Setiap bentuk investasi, termasuk emas, memiliki potensi kerugian jika tidak dipahami dengan baik.
Mari pahami berbagai risiko investasi emas, mulai dari fluktuasi harga hingga risiko penyimpanan, serta cara mengelolanya agar tetap menguntungkan. Dengan pemahaman yang tepat, Anda bisa menjadikan emas sebagai instrumen investasi yang cerdas dan aman.

Jangan kira harga emas selalu naik, ya. Faktanya, harga emas bisa berfluktuasi layaknya roller coaster karena banyak faktor yang memengaruhi nilainya. Ini misalnya ketegangan geopolitik (contohnya konflik Rusia–Ukraina, Iran–Israel, dan sebagainya), suku bunga The Fed, inflasi global, nilai tukar dolar AS, serta permintaan dari industri dan bank sentral dunia.
Contohnya, pada tahun 2020 saat pandemi COVID-19, harga emas sempat menembus USD 2.000 per troy ounce, tapi turun lebih dari 15% dalam waktu kurang dari setahun. Artinya, jika Anda membeli di harga puncak dan menjual terburu-buru, potensi kerugian sangat besar.
Maka dari itu, pahami profil risiko investasi emas dan gunakan emas sebagai instrumen jangka panjang, alih-alih jadi spekulan.

Karena nilainya tinggi dan bentuknya kecil, emas sangat mudah hilang atau menjadi sasaran pencurian. Menyimpan di rumah tentu rawan, baik karena risiko maling, banjir, maupun kondisi lembab.
Sementara menyimpan di bank melalui safe deposit box memang aman, tapi membutuhkan biaya tahunan dan tidak semua daerah memiliki fasilitas ini. Alternatifnya, emas digital memang lebih praktis, namun tetap memiliki risiko tersendiri seperti serangan siber atau platform ilegal.
Solusinya, sebaiknya simpan emas di beberapa tempat (fisik dan digital), pilih platform yang sudah diawasi OJK atau Bappebti, dan pastikan seluruh bukti transaksi tersimpan dengan rapi.

Perlu Anda ingat, walaupun keuntungan investasi emas menggiurkan, tapi instrumen ini tidak menghasilkan pendapatan pasif.
Berbeda dengan saham yang bisa memberi dividen, atau properti yang bisa Anda sewakan, emas hanya memberikan keuntungan jika harganya naik. Jadi, jika Anda mencari cash flow rutin, emas bukan jawabannya.
Solusinya, pakai emas sebagai instrumen diversifikasi dan lindung nilai (hedging) dari inflasi, alih-alih sumber utama kekayaan. Dengan strategi ini, portofolio investasi Anda akan lebih seimbang dan tahan terhadap gejolak ekonomi.

Salah satu risiko investasi emas digital yang sering terjadi adalah penipuan berkedok investasi emas. Modusnya bermacam-macam, mulai dari skema Ponzi atau investasi bodong, penawaran emas palsu dengan harga promo, platform online ilegal, hingga cicilan emas abal-abal dengan janji keuntungan besar tiap bulan.
Waspadai jika ada yang menawarkan profit pasti atau harga jauh di bawah pasaran. Sebelum bertransaksi, pastikan platform terdaftar di OJK atau Bappebti, ketahui di mana emas tersimpan, dan pastikan legalitas penyelenggaranya. Ingat, investasi emas yang aman selalu transparan dan bisa diverifikasi secara fisik.

Saat Anda butuh dana mendadak, menjual emas dengan harga tinggi tidak selalu mudah dengan berbagai alasan. Misalnya, emas perhiasan dikenai potongan ongkos pembuatan atau emas campuran (non-24 karat) dihargai lebih rendah.
Sementara emas batangan yang lecet atau kehilangan sertifikat bisa mengalami potongan besar. Bahkan emas digital pun kadang butuh waktu pencairan lebih lama dan ada biaya administrasi tambahan.
Solusi mengantisipasi kerugian investasi emas ini adalah, pastikan beli emas batangan dari produsen terpercaya, simpan sertifikat dengan aman, dan buat salinan digital sebagai cadangan.
Selain itu Anda juga perlu memiliki mitra tepercaya seperti Raja Emas Indonesia, yang menerima penjualan berbagai jenis emas, termasuk perhiasan lama, emas tanpa surat, hingga logam mulia. Semuanya kami proses dengan aman, transparan, dan harga terbaik pastinya.
Memahami berbagai risiko investasi emas adalah langkah awal untuk menjadi investor yang cerdas. Berinvestasilah dengan bijak, karena emas bukan hanya soal kilau, tetapi juga strategi menjaga nilai kekayaan Anda di masa depan.