
Arisan emas kini menjadi pilihan cerdas bagi banyak orang yang ingin menabung sekaligus berinvestasi. Tak hanya sebagai ajang kebersamaan, arisan emas juga dianggap sebagai cara mudah memiliki logam mulia tanpa harus langsung membayar penuh.
Namun, tahukah Anda bagaimana hukum arisan emas dalam Islam serta jenis-jenisnya yang beredar saat ini? Simak hingga akhir agar Anda memahami manfaat dan risikonya sebelum bergabung.

Arisan emas adalah bentuk arisan modern di mana peserta menyetorkan sejumlah uang atau emas secara rutin setiap bulan, dan pemenang undian mendapatkan emas sesuai kesepakatan.
Berbeda dari arisan biasa yang menghadiahkan uang atau barang, arisan emas lebih berorientasi pada nilai investasi.
Arisan emas menurut Islam secara umum diperbolehkan selama tidak mengandung unsur riba (bunga), gharar (ketidakjelasan), atau zhulm (kezaliman). Artinya, setiap transaksi harus transparan, adil, dan tidak menyerupai praktik judi.
Prinsip utama arisan emas syariah adalah kejujuran, kejelasan nilai tukar, dan kesepakatan yang disetujui semua peserta.

Di Indonesia, ada beberapa model arisan emas yang berkembang dan sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan finansial pesertanya.
Berdasarkan praktik yang populer di berbagai komunitas, terdapat tiga jenis utama arisan emas yang paling banyak orang gunakan, yaitu model flat, non-flat, dan tukar emas.
Jenis ini paling umum dan mudah Anda jalankan. Metodenya, peserta menyetor iuran dengan nominal tetap setiap bulan, misalnya setara 0,5 gram emas, dengan harga emas ditetapkan sejak awal. Artinya, jumlah setoran tidak terpengaruh oleh naik-turunnya harga emas di pasaran.
Kelebihannya, sistem ini aman, stabil, dan mudah diprediksi. Tapi kekurangannya, jika harga emas turun, peserta tetap membayar dengan nominal sesuai kesepakatan.
Pada sistem ini, iuran bulanan menyesuaikan harga emas yang berlaku. Artinya ketika harga naik, setoran arisan juga ikut naik. Sebaliknya, ketika harga turun, setoran ikut menurun.
Kelebihan model ini adalah fleksibilitas dan potensi membayar lebih murah saat harga emas turun. Namun, kekurangannya adalah ketidakstabilan nominal yang bisa berubah tiap bulan, sehingga membutuhkan kesiapan finansial peserta.
Model arisan ini cukup unik karena peserta menyetor emas fisik dalam jumlah kecil, misalnya 0,1 gram per bulan. Setelah emas-emas tersebut dikumpulkan, lalu diberikan kepada satu pemenang dalam bentuk emas yang lebih besar.
Sistem ini populer di komunitas emas mini karena bisa kita mulai dari nominal kecil. Namun Anda perlu mempertimbangkan ongkos cetak emas mini yang biasanya lebih tinggi.
Dari berbagai plus minus-nya tersebut, kebanyakan orang yang berpengalaman mengikuti arisan emas menganggap model flat adalah yang paling aman. Kenapa? Karena iurannya stabil dan Anta tidak perlu pusing mengikuti fluktuasi harga emas tiap bulan.
Alternatif lainnya Anda dan para sahabat juga bisa bergabung dalam program arisan emas Pegadaian. Caranya mengumpulkan kelompok arisan minimal 6 orang dan pastikan jenis dan berat keping emasnya sama untuk semua anggota.
Anda bisa pilih berat emas mulai dari 0,5 gram, dan tenor cicilannya menyesuaikan jumlah anggota. Contohnya, 6 anggota berarti 6 bulan angsuran, 10 anggota berarti 10 bulan angsuran, dan seterusnya.
Arisan emas memang menjadi cara menarik untuk menabung sekaligus berinvestasi, terutama bagi Anda yang ingin memiliki emas tanpa terasa berat. Namun, jika Anda ingin menjual hasil arisan emas Anda atau menukar perhiasan lama dengan harga terbaik, Raja Emas Indonesia adalah tempat yang tepat.
Kami melayani pembelian berbagai jenis perhiasan emas, termasuk emas kadar rendah, termasuk yang suratnya sudah hilang dengan harga paling bersaing. Raja Emas Indonesia juga menjamin proses transaksi yang cepat, aman, dan transparan.
Kunjungi Raja Emas Indonesia dan nikmati pengalaman transaksi emas nyaman dan paling fair!