
Spread emas adalah salah satu istilah penting dalam dunia investasi emas yang sering kali kurang dipahami oleh masyarakat. Banyak orang membeli emas hanya karena dianggap aman dan nilainya cenderung naik, tanpa memperhitungkan selisih harga beli dan harga jual.
Padahal, spread inilah yang sangat menentukan seberapa cepat Anda bisa memperoleh keuntungan dari investasi emas yang dilakukan.

Spread adalah selisih antara harga beli dan harga jual emas. Dalam praktiknya, harga beli merupakan harga saat Anda membeli emas, sedangkan harga jual atau buyback adalah harga yang pembeli tawarkan ketika Anda menjual emas tersebut kembali.
Sederhananya, setiap emas yang kita beli tidak langsung memberikan keuntungan karena adanya selisih harga tersebut. Selisih inilah yang disebut sebagai spread emas.
Sebagai contoh, apabila harga beli emas berada di angka Rp1.900.000 per gram, sementara harga buyback-nya Rp1.729.000, berarti spread emasnya adalah Rp171.000.
Artinya, tren harga emas harus naik lebih dari Rp171.000 terlebih dahulu sebelum Anda mulai mendapatkan keuntungan. Karena itu pastikan selalu update harga emas hari ini sebelum menjual simpanan emas Anda.

Sebelum memulai investasi emas, investor perlu memahami bahwa spread bukan sekadar angka, melainkan faktor utama yang memengaruhi hasil investasi.
Berikut beberapa hal penting yang wajib Anda ketahui.
Spread emas adalah cara menentukan seberapa cepat Anda bisa mendapatkan keuntungan. Semakin besar spread, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas atau balik modal.
Sebaliknya, semakin kecil spread, semakin cepat keuntungan dapat Anda nikmati ketika harga emas naik.
Inilah alasan mengapa dua orang yang membeli emas di waktu yang sama bisa mendapatkan hasil berbeda, meskipun harga emas mengalami kenaikan yang sama. Perbedaannya terletak pada besar kecilnya spread yang mereka bayarkan di awal.
Menghitung spread emas sebenarnya cukup mudah dengan rumus berikut:
Spread = Harga Beli – Harga Jual
Spread (%) = (Spread ÷ Harga Beli) × 100%
Sebagai contoh, Anda membeli emas dengan harga Rp1.200.000 per gram, sementara harga buyback-nya Rp1.140.000. Maka spread-nya adalah Rp60.000, atau jika dalam persentase, spread tersebut sekitar 5%.
Dengan perhitungan sederhana ini, Anda dapat langsung menilai apakah spread yang ditawarkan masih tergolong wajar atau justru terlalu besar sehingga kurang menguntungkan untuk investasi jangka menengah maupun panjang.
Secara umum, spread emas yang baik berada di bawah 10 persen. Spread pada kisaran ini masih terbilang aman dan memungkinkan investor mendapatkan keuntungan dalam jangka menengah.
Apabila spread berada di atas angka tersebut, maka kenaikan harga emas harus jauh lebih tinggi agar investasi benar-benar menghasilkan. Oleh karena itu, emas dengan spread emas terendah biasanya menjadi pilihan utama bagi investor yang mengutamakan efisiensi dan perputaran keuntungan yang lebih cepat.
Sebelum menabung atau berinvestasi emas, jangan hanya melihat merek emas, bentuk fisiknya, maupun tingkat popularitasnya. Hal-hal tersebut memang penting, tetapi bukan penentu utama keuntungan.
Yang jauh lebih penting adalah memahami spread, membandingkan harga beli dan harga buyback dari berbagai sumber, serta menghitung perbandingan spread emas. Dengan begitu Anda mengetahui produk mana yang paling rasional secara hitungan investasi.
Dengan pendekatan ini, keputusan membeli emas akan menjadi lebih objektif dan berbasis data, bukan sekadar persepsi.
Singkatnya, spread emas adalah faktor kunci yang tidak boleh kita abaikan dalam investasi emas. Dengan memahami cara kerja spread, menghitungnya secara tepat, serta memilih tempat jual beli yang transparan, Anda dapat mengelola investasi emas secara lebih aman dan menguntungkan.
Sementara bagi Anda yang ingin menjual emas dengan proses mudah dan harga kompetitif, Raja Emas Indonesia siap menjadi mitra tepercaya. Kami menjamin proses yang aman dan transparan sehingga Anda mendapatkan nilai terbaik dari setiap gram emas koleksi Anda.