
Pertanyaan soal emas Freeport dijual ke mana masih sering muncul di kalangan masyarakat. Wajar saja, mengingat emas yang berasal dari Papua ini terkenal sebagai salah satu yang terbesar dan paling bernilai di dunia.
Dulu jawabannya cukup sederhana, karena hanya diekspor ke luar negeri. Tapi sekarang ceritanya sudah berubah karena ada regulasi baru. Supaya tidak salah paham, mari kita bahas alur penjualan emas Freeport dari masa ke masa, sekaligus melihat posisi Indonesia hari ini dalam pengelolaan emas nasional.

Jika melirik ke belakang, pola penjualan emas Freeport memang sangat berbeda dengan kondisi saat ini.
Dulu, penjualan emas hasil tambang Freeport mayoritasnya ke luar negeri dalam bentuk konsentrat. Artinya, emas yang dikirim belum melewati proses pemurnian di dalam negeri, tapi dikirim bersama konsentrat tembaga ke smelter luar Indonesia.
Sekarang, situasinya berbalik arah. Emas Freeport melewati pemurnian di dalam negeri melalui fasilitas smelter dan Precious Metal Refinery (PMR) di Gresik.
Hasil pemurnian emas tersebut hadir dalam bentuk emas batangan murni dengan kadar 99,99%. Setelah itu, emas batangan tersebut dijual langsung ke PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM).
Baca Juga: Emas Terbuat dari Apa

Sebelum Indonesia memiliki kapasitas pemurnian yang memadai, konsentrat tembaga yang mengandung emas Freeport larinya ke siapa?
Jawabannya adalah ke berbagai negara Asia dan Eropa, seperti Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Filipina, India, Spanyol, dan negara-negara Eropa lainnya. Terpilihnya negara-negara tersebut karena mereka memiliki fasilitas smelter yang mampu memisahkan tembaga, emas, dan perak dari konsentrat.
Selain itu, penjualan sebagian hasil produksi juga tercatat ke Amerika Serikat. Untuk hal ini, alasannya karena status Freeport sebagai afiliasi Freeport-McMoRan yang berbasis di AS, terutama sebelum divestasi saham pada 2018.
Ya, pemurnian emas saat itu sebagian besar berlangsung di luar negeri. Konsentrat yang dikirim ke smelter asing melewati pengolahan menjadi katoda tembaga dan emas, tapi tidak seluruhnya kembali ke Indonesia.
Keterbatasan kapasitas smelter domestik menjadi salah satu kendala utama mayoritas konsentrat di kirim ke luar. Meski PT Smelting Gresik sudah beroperasi, kapasitasnya belum mampu menampung seluruh produksi, Hal ini membuat pihak asinglah yang banyak menikmati nilai tambah dari emas Freeport.

Jika melihat berita terkini, Anda tentu sudah melihat bahwa pengolahan emas Freeport sekarang berfokus di dalam negeri. Alasannya adalah:
Kini, alur emas Freeport sudah jauh lebih transparan dan menguntungkan bagi Indonesia. Bagi masyarakat, ini juga memberi kepastian bahwa pasokan emas nasional semakin kuat.
Terlepas dari pembahasan emas freeport dijual kemana, jika Anda memiliki emas, logam mulia, atau perhiasan dan ingin menjualnya dengan aman, Raja Emas Indonesia bisa menjadi pilihan tepercaya.
Prosesnya transparan, bisa jual tanpa surat, tanpa potongan, dan perhitungan harganya jelas. Anda juga bisa membeli emas dan perhiasan sesuai kebutuhan. Kunjungi Raja Emas Indonesia dan rasakan sendiri pengalaman transaksi emas yang praktis dan profesional.