
Emas imitasi kerap jadi alternatif aksesoris emas asli, mengingat harganya yang lebih ramah di kantong. Tidak heran banyak orang yang tertarik membelinya untuk kebutuhan fashion atau acara tertentu tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Tapi, sebelum memutuskan membeli perhiasan imitasi ini, ketahuilah dulu pengertian emas imitasi, bedanya dengan emas asli, sampai risikonya agar Anda tidak salah pilih.

Emas imitasi adalah perhiasan atau benda yang bentuknya mirip dengan emas asli, padahal tidak ada kandungan emas murni di dalamnya.
Biasanya bahan emas tiruan ini dari kuningan, aluminium, tembaga, baja, atau plastik. Material tersebut kemudian diberi lapisan emas sangat tipis atau bahan berwarna emas.
Meskipun awalnya terlihat mewah dan bisa mengelabui orang lain, tetap saja emas jenis ini tidak memiliki nilai intrinsik seperti emas asli. Selain itu, Anda harus memberi perawatan ekstra agar tidak cepat rusak.

Beberapa ciri-ciri emas imitasi sekaligus perbedaannya dengan emas asli adalah:
Emas asli berasal dari emas murni atau campuran emas yang kadarnya, seperti 24K, 18K, 750, atau 999. Sementara itu, emas imitasi merupakan perhiasan berbahan logam yang hanya dilapisi warna emas.
Emas asli punya nilai intrinsik, sehingga bisa berguna sebagai instrumen investasi atau lindung nilai. Sebaliknya, emas imitasi tidak memiliki nilai investasi, sehingga hanya berfungsi sebagai aksesori penunjang penampilan.
Harga emas asli mengikuti pasar emas dunia dan relatif stabil. Di sisi lain, harga produk imitasinya jauh lebih murah, bahkan ada yang hanya puluhan ribu rupiah per gram, tergantung bahan dan kualitas lapisannya.
Emas asli tidak mudah berkarat, pudar, atau berubah warna meskipun Anda pakai bertahun-tahun. Sementara itu, emas imitasi justru mudah tergores, mengelupas, dan warnanya cepat kusam jika sering terkena air, keringat, atau bahan kimia.
Emas asli tidak akan tertarik oleh magnet dan tahan terhadap asam ringan. Sebaliknya, produk imitasi biasanya akan mudah ditarik oleh magnet dan cepat berubah warna saat terkena asam atau cuka.
Saat dipegang atau ditimbang, emas asli akan terasa lebih berat, karena densitasnya yang tinggi. Jika Anda memegang emas imitasi, biasanya akan terasa lebih ringan, sekalipun gramnya sama.
Saat melihat fisik emas asli, Anda akan menemukan cap kadar resminya, seperti 999 atau 18K. Selain itu, kilau emasnya juga terlihat lebih natural.
Sebaliknya, kilau pada emas imitasi akan terlihat terlalu mencolok atau malah kusam, finishing-nya kurang rapi, dan hanya memiliki kode merek seperti YXJ, XP, atau SJ.
Baca Juga: Emas Palsu Antam

Ketika tetap memilih membeli emas imitasi, ada beberapa risiko yang perlu Anda pertimbangkan, yaitu:
Melihat perbedaannya dengan emas asli dan risiko yang mengikuti, memilih emas asli jelas menjadi keputusan yang lebih aman, entah untuk pemakaian jangka panjang maupun nilai ekonominya. Karena itu, mungkin Anda lebih baik menunggu sampai dananya terkumpul dan membeli emas asli.
Nah, jika sudah siap berpaling dari emas imitasi, Anda bisa membeli emas asli dan berkualitas di Raja Emas Indonesia. Jika nanti ingin menjualnya lagi, kami juga siap menawarkan harga yang bagus, sesuai slogan, “Kami Terima Emas Harga Tinggi”. Mari bertransaksi emas asli di Raja Emas Indonesia!