
Ramainya pemberitaan mengenai penemuan 74 kg emas di dalam sebuah brankas membuat banyak orang kembali penasaran dengan proses pemeriksaan emas.
Dalam pemberitaan Kompas.com, Polri menggandeng Pegadaian untuk memeriksa keaslian dan kadar emas tersebut. Apakah emas sebanyak itu bisa langsung dipastikan asli hanya dengan melihat bentuknya?
Tentu saja tidak. Pemeriksaan emas dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengecekan fisik, pengujian kadar, hingga verifikasi berat menggunakan alat khusus.
Namun, pembahasan di sini tidak berfokus pada berita viral maupun latar belakang kasus tersebut, melainkan pada cara cek keaslian emas 74 kg, termasuk pengujian kadar, verifikasi berat, hingga penentuan nilainya secara profesional.
Ketika seseorang atau lembaga menemukan emas dalam jumlah besar, proses pemeriksaannya tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada prosedur yang harus dijalankan agar hasil pemeriksaan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Langkah pertama adalah melakukan inventarisasi. Setiap batang emas akan didata berdasarkan:
Pendataan ini penting untuk memastikan tidak ada batang emas yang terlewat selama proses pemeriksaan.
Pemeriksaan visual menjadi tahap berikutnya. Petugas akan melihat beberapa hal, seperti:
Meski tidak bisa memastikan keaslian secara mutlak, pemeriksaan fisik dapat memberikan indikasi awal apakah emas terlihat wajar atau justru mencurigakan.
Berat menjadi faktor yang sangat penting.
Untuk emas batangan, selisih berat yang sangat kecil saja bisa memengaruhi nilai secara signifikan. Oleh karena itu digunakan timbangan digital dengan tingkat akurasi tinggi.
Jika ditemukan ketidaksesuaian antara berat aktual dengan berat yang tertera pada batangan, maka pemeriksaan lanjutan biasanya akan dilakukan.
Apabila emas memiliki sertifikat atau dokumen pembelian, seluruh informasi tersebut akan dicocokkan dengan kondisi fisik emas.
Namun, perlu diketahui bahwa emas tanpa surat bukan berarti otomatis palsu. Banyak emas lama yang berpindah tangan berkali-kali sehingga dokumen aslinya sudah tidak dimiliki lagi.
Baca juga: Proses Jual Emas di Raja Emas: Cepat dan Harga Real-Time
Setelah pemeriksaan awal selesai, proses berikutnya adalah memastikan apakah logam tersebut benar-benar emas dan berapa kadar kemurniannya.
Mengacu pada panduan pengecekan kadar emas dari Pegadaian, ada beberapa metode yang dapat digunakan, mulai dari pemeriksaan sederhana hingga pengujian dengan alat profesional.
Sebagian besar emas batangan maupun perhiasan memiliki cap yang menunjukkan tingkat kemurniannya, misalnya:
Namun, cap tidak dapat dijadikan satu-satunya acuan karena bisa memudar atau dipalsukan.
Emas asli tidak bersifat magnetis. Jika logam tertarik kuat oleh magnet, ada kemungkinan benda tersebut bukan emas murni atau mengandung banyak campuran logam lain.
Meski demikian, metode ini hanya dapat digunakan sebagai pemeriksaan awal dan belum cukup untuk memastikan kadar emas.
Pegadaian menjelaskan bahwa pengujian berat jenis dapat dilakukan dengan menimbang emas dalam keadaan kering, kemudian menimbangnya kembali saat dicelupkan ke dalam air.
Hasilnya dihitung menggunakan rumus:
Kepadatan = berat kering ÷ selisih berat kering dan berat di dalam air
Angka kepadatan tersebut kemudian dibandingkan dengan standar kepadatan emas murni untuk memperkirakan tingkat kemurniannya.
Emas digosokkan pada batu uji, kemudian bekas gosokannya ditetesi cairan penguji khusus. Reaksi yang muncul dapat membantu memperkirakan kadar emas.
Metode ini sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional karena melibatkan bahan kimia dan dapat memengaruhi permukaan emas.
Alat penguji digital atau gold tester digunakan dengan menempelkan probe pada permukaan emas. Hasil pengukuran kadar kemudian muncul pada layar.
Metode ini cukup cepat dan praktis, tetapi hasilnya dapat dipengaruhi oleh ketebalan lapisan emas serta campuran logam di dalamnya.
Untuk pemeriksaan emas dalam jumlah besar, metode sederhana perlu dilanjutkan dengan pengujian menggunakan alat profesional agar kadar dan komposisi logam dapat diketahui secara lebih akurat.
Salah satu teknologi yang digunakan dalam pemeriksaan emas profesional adalah X-Ray Fluorescence (XRF). Teknologi ini memungkinkan petugas mengetahui komposisi logam tanpa harus merusak emas.
Alat XRF memancarkan sinar X ke permukaan logam. Setiap unsur akan menghasilkan respons atau spektrum yang berbeda.
Dari sinilah alat dapat membaca kandungan:
Hasilnya dapat diketahui hanya dalam hitungan detik.
Teknologi ini memiliki banyak kelebihan, antara lain:
Karena alasan tersebut, banyak toko emas profesional, laboratorium logam mulia, hingga lembaga keuangan menggunakan XRF sebagai standar pemeriksaan.
Baca juga: Apa itu Teknologi XRF dalam Proses Pengecekan Emas?
Setelah dipastikan asli, langkah berikutnya adalah menentukan nilai ekonominya. Nilai emas tidak hanya dipengaruhi oleh harga pasar, tetapi juga oleh kadar serta beratnya.
Semakin tinggi kadar emas, semakin tinggi pula kandungan emas murninya.
Sebagai gambaran:
Perbedaan kadar ini akan memengaruhi harga jual secara langsung.
Selain kadar, berat juga sangat menentukan nilai. Misalnya terdapat dua batang emas dengan kadar yang sama, maka batang dengan berat lebih besar tentu memiliki nilai yang lebih tinggi. Karena itu, penimbangan menggunakan alat presisi menjadi tahapan yang tidak boleh dilewatkan.
Setelah kadar dan berat diketahui, perkiraan nilai emas dapat dihitung menggunakan rumus:
Perkiraan nilai emas = berat dalam gram × persentase kadar × harga emas per gram
Rumus tersebut hanya memberikan perkiraan karena harga transaksi dapat berbeda mengikuti kebijakan tempat jual beli dan kondisi emas. Nilai 74 kg emas dalam pemberitaan juga tidak dapat langsung dihitung sebelum kadar serta berat aktualnya diketahui.
Harga emas sendiri dapat berubah setiap hari mengikuti berbagai faktor, seperti:
Oleh karena itu, dua transaksi pada hari yang berbeda bisa menghasilkan nilai jual yang berbeda meskipun kadar dan berat emasnya sama.
Untuk emas dalam jumlah besar, pemeriksaan sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional menggunakan peralatan yang memadai.
Hal ini bertujuan untuk menghindari kesalahan penilaian yang dapat menimbulkan kerugian, baik bagi pemilik emas maupun pihak yang melakukan transaksi.
Pemeriksaan profesional juga memberikan kepastian mengenai kadar emas sehingga proses jual beli menjadi lebih transparan dan adil.
Ramainya pemberitaan mengenai penemuan emas dalam jumlah besar membuat banyak orang ingin mengetahui bagaimana proses pemeriksaan logam mulia dilakukan. Pada praktiknya, cara cek keaslian emas 74 kg tidak cukup hanya dengan melihat warna atau bentuk fisiknya.
Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengecekan visual, penimbangan presisi, pengujian kadar, hingga penggunaan teknologi seperti XRF untuk membantu mengidentifikasi komposisi unsur pada permukaan emas.
Setelah keaslian, kadar, dan berat dipastikan, barulah nilai emas dapat dihitung berdasarkan harga pasar yang berlaku.
Tunggu apa lagi? Lakukan jual beli emas sekarang juga hanya di Raja Emas Indonesia. Raja Emas Indonesia menerima segala jenis transaksi emas, termasuk jual emas tanpa surat. Kunjungi outlet Raja Emas terdekat sekarang juga!