
Emas arab sejak lama populer sebagai salah satu jenis perhiasan emas yang punya daya tarik kuat di pasaran. Daya tarik ini muncul berkat warnanya yang kuning pekat, kadar emasnya yang tinggi, sampai nilai jual kembali yang relatif stabil.
Namun, di balik popularitasnya, masih banyak yang belum benar-benar paham apa itu emas arab, bagaimana cara mengenali keasliannya, serta apa perbedaannya dengan emas di Indonesia.
Jika Anda termasuk yang penasaran, pembahasan di artikel ini siap membantu menjawabnya secara ringkas dan mudah dipahami.

Emas arab merupakan sebutan untuk perhiasan emas yang berasal dari kawasan Timur Tengah, seperti Arab Saudi atau Dubai. Jenis emas ini populer karena kadar emasnya yang tinggi, yaitu sekitar 21 karat hingga 22 karat.
Karena kadarnya yang tinggi, warna emas ini pun terlihat lebih kuning, cerah, dan pekat daripada perhiasan emas lokal.
Kode emas arab yang paling umum adalah 875 (setara 21 karat) dan 916 (setara 22 karat). Angka ini berarti persentase emas murni di dalamnya mencapai 87,5% atau 91,6%.
Baca Juga: Emas Hongkong

Untuk memastikan keaslian emas arab, Anda bisa memperhatikan beberapa ciri berikut:

Jika bingung memilih antara emas Arab atau Indonesia, Anda bisa coba cek dulu beberapa perbedaan di bawah:
Emas arab biasanya berkadar di antara 21K sampai 22K (875–916), sedangkan emas Indonesia paling umum berada di kadar 18K (750), meski ada juga yang lebih rendah atau lebih tinggi.
Tapi, dalam konteks bisnis, kadar yang lebih tinggi membuat emas Arab lebih stabil nilainya saat Anda jual kembali.
Emas arab dijual per gramnya tanpa ongkos desain, sedangkan emas Indonesia berdasarkan berat ditambah biaya pembuatan. Karena itulah, muncul anggapan emas Arab terkesan lebih murah, karena hanya berdasarkan kadar dan beratnya.
Emas arab cenderung tebal dan polos, karena lebih fokus pada berat dan kemurnian perhiasannya. Sebaliknya, emas Indonesia menawarkan desain yang lebih variatif dengan detail dan terkadang dihiasi batu permata.
Warna emas arab lebih kuning pekat dan cerah karena kadarnya yang tinggi. Di sisi lain, warna perhiasan emas Indonesia bisa tampak lebih pucat, tergantung kadar dan campuran logamnya.
Karena berbasis berat dan kadar, emas arab lebih mudah dihitung nilainya saat Anda jual lagi.
Sementara itu, ongkos pembuatan perhiasan emas Indonesia biasanya tidak ikut dihitung ketika buyback. Hal ini akhirnya kadang membuat penjualan perhiasan emas Indonesia terasa kurang menguntungkan.
Jika merasa lebih cocok dengan emas Arab, jangan lupa untuk membelinya di tempat tepercaya, ya.
Lalu, jika Anda merasa sudah saatnya untuk menjual emas dan dapat harga jual yang bagus, pastikan untuk menjualnya di Raja Emas Indonesia. Sebab, prosesnya transparan, tanpa potongan, dan menerima emas tanpa surat sekalipun.
Karena “Kami Terima Emas Harga Tinggi“, sudah pasti Anda tidak perlu khawatir soal potensi keuntungannya. Jadi, tunggu apa lagi? Temukan emas Arab impian Anda, lalu rasakan keuntungan berinvestasinya dengan menjualnya di Raja Emas Indonesia!