
Saat mendengar kata Dinar dan Dirham, mungkin yang akan langsung terlintas di benak kita adalah mata uang kuno di negara-negara Arab. Padahal, keduanya lebih dari hanya alat transaksi, tetapi bentuk investasi logam mulia bernilai tinggi.
Dinar merupakan koin logam dari emas, bisa sebagian maupun seluruhnya. Sementara Dirham adalah koin perak murni. Memahami perbedaan dinar dan dirham akan membantu Anda menentukan opsi perangkat investasi terbaik.

Meskipun sama-sama dikenal sebagai koin logam mulia, Dinar dan Dirham memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dari bahan, berat, maupun nilainya. Seperti yang sudah disinggung dinar adalah koin emas 22 karat yang beratnya mencapai 4,25 gram.
Sedangkan dirham adalah koin perak murni dan beratnya sekitar 2,975 gram. Karena terbuat dari bahan yang berbeda, nilai keduanya juga berbeda cukup jauh.
Lalu berapa harga dinar dan dirham?
Jika dikonversikan ke dalam rupiah (mengacu pada harga logam mulia per Oktober 2025), 1 dinar berapa rupiah, yakni sekitar Rp4 juta hingga Rp4,5 juta. Sedangkan 1 dirham bernilai sekitar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung pada harga pasar emas dan perak.

Di Indonesia, Antam sebagai produsen logam mulia resmi juga menghadirkan varian dinar dan dirham yang bisa menjadi pilihan investasi menarik.
Untuk produk Dinar Antam, tersedia dua varian:
Sementara untuk Dirham Antam, tersedia dalam dua ukuran yaitu:
Kedua jenis logam mulia ini bukan hanya bernilai historis, tetapi juga memiliki banyak keunggulan sebagai instrumen investasi modern, yakni:
Dinar dan dirham memiliki nilai intrinsik yang berasal dari logam mulia, sehingga nilainya relatif stabil bahkan ketika mata uang kertas mengalami inflasi.
Karena terbuat dari emas dan perak murni, keduanya diakui secara global dan mudah dijual kembali kapan saja.
Dalam tradisi religius, dinar dan dirham dalam Islam sering digunakan untuk zakat, mahar, atau sedekah, sehingga memberi nilai spiritual bagi pemiliknya.
Dinar dan Dirham dapat dijual sesuai harga emas atau perak terkini. Fleksibilitas ini menjadikannya aset yang likuid dan aman sebagai investasi jangka panjang.
Namun meski menggiurkan, investasi dalam koin dinar dan dirham juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu jadi bahan pertimbangan. Pertama, di tanah air, otoritas berwenang mengategorikan dinar sebagai perhiasan sehingga membawa kewajiban pajak sebesar 10%.
Selain itu ada risiko harga jual kedua koin berharga tersebut jadi lebih tinggi di komunitas khusus Dinar dan Dirham. Tetapi masalahnya, jika Anda jual di toko emas konvensional, nilainya hanya dihitung berdasarkan kadar emas atau peraknya saja.
Lalu beli dinar dirham di mana sebaiknya? Pastikan hanya melalui tempat-tempat resmi seperti store perusahaan produsen logam mulia, platform online resmi, dan distributor atau komunitas resmi.
Mengetahui perbedaan dinar dan dirham membantu Anda memahami potensi besar investasi logam mulia seperti emas dan perak. Keduanya bukan hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi aset nyata yang tahan terhadap inflasi dan fluktuasi ekonomi.
Jika Anda ingin mengoptimalkan nilai emas yang dimiliki, baik emas lama, emas tanpa surat, emas warisan, sampai koin emas dinar, Raja Emas Indonesia siap menjadi solusi terbaik Anda.
Kami menawarkan harga beli tinggi, layanan profesional, dan transaksi aman untuk setiap jenis logam mulia. Percayakan kebutuhan jual beli emas Anda hanya pada Raja Emas Indonesia, tempat terbaik untuk mengubah emas Anda menjadi peluang finansial yang menguntungkan.