
Pernah masuk toko emas, lalu tiba-tiba kepala terasa penuh begitu melihat label 24K, 22K, dan 18K berjejer di etalase? Banyak yang mengalaminya. Angka-angka itu kelihatannya sederhana, tapi cukup membuat bingung sampai akhirnya memilih pulang dengan tangan kosong.
Sebenarnya tidak ada yang terlalu rumit di sini. Banyak orang yang sudah paham pun mengaku awalnya sama bingungnya, dan begitu mengerti, mereka malah jadi lebih percaya diri setiap kali masuk toko emas.
Emas memang sudah lama bukan sekadar soal penampilan. Bukan tanpa alasan kebiasaan menyimpan emas itu diwariskan turun-temurun. Nenek moyang kita sudah lebih dulu tahu bahwa emas tidak gampang kehilangan nilainya, meski keadaan ekonomi di luar sedang kacau sekalipun. Sampai sekarang, logika itu masih berlaku.
Nah, sebelum benar-benar memutuskan untuk membeli, ada satu hal yang sayang kalau dilewatkan begitu saja, soal kadar kemurnian emas, atau yang biasa ditulis dalam satuan karat (K). Banyak pembeli pemula yang menganggap angka ini hanya pelengkap label.
Padahal dari situ semua hal ditentukan, mau warna seperti apa, tahan banting atau tidak, cocok di kantong atau tidak, sampai apakah bisa dipakai kerja atau hanya untuk acara tertentu saja.
Baca Juga: Mana yang Lebih Baik? Emas Putih, Kuning, atau Rose Gold
Di Indonesia, tiga pilihan yang paling sering ditemui adalah emas 24K, 22K, dan 18K. Ketiganya punya keunggulan masing-masing, tergantung siapa yang memakainya dan untuk apa. Nah, satu per satu kita bahas sekarang.
Dari sisi kemurnian, emas 24K menempati posisi tertinggi. Kadar emasnya mencapai 99,9% atau lebih, artinya hampir tidak ada logam lain yang bercampur di dalamnya. Dari sinilah warna khasnya muncul, kuning cerah dan mencolok yang langsung dikenali sebagai warna emas paling asli.
Tapi justru karena sangat murni, emas 24K punya kelemahan yang cukup nyata dari sisi fisik. Teksturnya sangat lunak, gampang tergores, bahkan bisa berubah bentuk hanya karena benturan kecil. Inilah alasan mengapa emas 24K hampir tidak pernah dijadikan perhiasan untuk pemakaian sehari-hari, risiko kerusakannya terlalu tinggi untuk dipakai beraktivitas.
Lalu untuk apa emas 24K paling sering digunakan? Paling umum adalah sebagai instrumen investasi, khususnya dalam bentuk emas batangan atau koin emas. Kemurniannya yang tidak tertandingi menjadi jaminan nilai yang solid untuk disimpan dalam jangka panjang.
Menariknya, di beberapa negara Asia seperti India dan sebagian wilayah Timur Tengah, emas 24K masih dipakai dalam perhiasan khusus untuk upacara adat atau perayaan tertentu. Jadi meski bukan pilihan ideal untuk pemakaian harian, emas 24K tetap punya tempat tersendiri, baik dari sisi budaya maupun investasi.
Kalau emas 24K lebih condong ke dunia investasi, emas 22K menawarkan sesuatu yang berbeda: keseimbangan. Kandungan emasnya sekitar 91,6%, sementara 8,4% sisanya merupakan campuran logam lain seperti tembaga atau perak.
Campuran inilah yang membuat strukturnya lebih padat dan kuat dibandingkan 24K, sehingga jauh lebih tahan untuk pemakaian harian.
Dari sisi tampilan, warna emas 22K masih sangat kuning dan menarik. Memang ada sedikit perbedaan jika dibandingkan langsung dengan 24K, tapi selisih itu tidak selalu kentara di mata biasa. Bagi kebanyakan orang, kilau emas 22K sudah lebih dari cukup untuk menghadirkan kesan mewah yang diinginkan.
Tak heran, banyak perhiasan yang beredar di pasaran, mulai dari cincin, gelang, hingga kalung, dibuat dari emas 22K. Selain cocok dipakai, nilai jualnya di pasaran pun cenderung stabil.
Inilah yang membuat emas 22K diminati oleh mereka yang ingin mendapat dua manfaat sekaligus: perhiasan yang bisa dinikmati setiap hari sekaligus aset yang mudah dicairkan saat dibutuhkan.
Bagi Anda yang mencari emas dengan nilai investasi tinggi tapi tetap nyaman dipakai, emas 22K layak masuk daftar pertimbangan paling atas.
Di antara ketiganya, emas 18K adalah yang paling banyak digunakan dalam industri perhiasan modern, dan ada alasan kuat di balik itu. Kandungan logam campurannya lebih tinggi dibanding 22K maupun 24K, yang justru membuat kekerasannya meningkat secara signifikan. Hasilnya, emas 18K lebih tahan goresan, lebih kuat menahan tekanan, dan lebih cocok untuk perhiasan dengan detail desain yang rumit dan presisi tinggi.
Dari sisi warna, emas 18K memang tampil sedikit lebih redup dibanding dua jenis sebelumnya. Tapi kilauannya yang lebih tenang justru terkesan elegan dan tidak berlebihan. Kombinasi emas 18K dengan batu mulia seperti berlian, rubi, atau zamrud menghasilkan tampilan yang sangat indah, dan banyak digunakan oleh brand perhiasan kelas atas di seluruh dunia.
Satu hal lagi yang membuat emas 18K populer adalah harganya yang lebih terjangkau dibanding 22K dan 24K. Bagi yang ingin tampil dengan perhiasan emas berkualitas tanpa harus mengeluarkan anggaran besar, emas 18K adalah pilihan yang sangat masuk akal.
Fleksibilitas desainnya yang tinggi juga memberi ruang bagi para pengrajin untuk berkreasi lebih bebas, sehingga pilihan modelnya pun jauh lebih beragam di pasaran.
Setelah mengenal masing-masing karakternya, ada baiknya melihat perbandingan ketiganya dari dua aspek yang paling sering jadi bahan pertimbangan saat membeli emas: warna dan harga.
Dari sisi warna, emas 24K tampil paling kuning cerah karena tidak ada campuran logam lain di dalamnya. Bergerak ke 22K, warnanya masih sangat kuning meski sedikit lebih kalem. Sementara emas 18K cenderung lebih redup, tapi tetap memancarkan kilau yang elegan.
Perbedaan warna antar ketiganya sebenarnya tidak selalu terlihat jelas, apalagi jika tidak diletakkan berdampingan. Tapi bagi sebagian orang dengan selera estetika tertentu, perbedaan ini bisa jadi faktor penentu yang cukup penting.
Dari sisi harga, urutannya mengikuti tingkat kemurnian secara langsung. Emas 24K adalah yang paling mahal. Emas 22K berada di posisi tengah. Sementara emas 18K menjadi pilihan paling ramah di kantong di antara ketiganya.
Baca Juga: Daftar Pertanyaan yang Wajib Diajukan Sebelum Beli Emas
Perlu diingat, harga yang lebih rendah bukan berarti kualitasnya lebih buruk, setiap kadar punya fungsi dan kelebihan tersendiri yang tidak bisa begitu saja dibandingkan secara sepihak.
Mengenal perbedaan emas 24K, 22K, dan 18K sejak awal bisa menghindarkan Anda dari keputusan yang kurang tepat. Sesuaikan pilihan dengan tujuan, gaya hidup, dan anggaran yang dimiliki, karena masing-masing kadar punya kelebihannya sendiri.
Baca Juga: Apa Saja yang Membedakan Toko Emas Tepercaya dengan yang Abal-Abal?
Tunggu apa lagi? Lakukan jual beli emas sekarang juga hanya di Raja Emas Indonesia. Raja Emas Indonesia menerima segala jenis transaksi emas, termasuk jual emas tanpa surat. Kunjungi outlet Raja Emas terdekat sekarang juga!