
Nilai uang yang Anda simpan hari ini tidak akan sama di masa depan. Karena itulah, melalui rumus future value, Anda dapat memperkirakan seberapa besar pertumbuhan dana dari tabungan, investasi, maupun aset bernilai lain dalam jangka waktu tertentu,
Dengan perhitungan ini, Anda akan lebih terbantu untuk membuat keputusan keuangan yang lebih terarah. Nah, untuk memahami konsep, cara kerjanya, dan rumusnya, yuk, cek penjelasannya di bawah!

Secara sederhana, future value adalah nilai uang atau aset saat ini yang diproyeksikan di masa depan berdasarkan imbal hasil atau tingkat bunga atau tertentu. Artinya, uang yang Anda miliki hari ini berpotensi bertambah nilainya seiring waktu.
Bayangkan, Anda menyimpan uang di celengan atau tabungan bank. Setelah beberapa tahun, jumlahnya tidak lagi sama karena ada bunga atau keuntungan yang terus bertambah. Nah, proses memperkirakan nilai uang di masa depan inilah yang disebut future value.
Banyak yang menggunakan rumus ini karena memberikan gambaran realistis tentang hasil yang bisa dicapai. Selain itu, future value juga punya manfaat lain, seperti:

Lalu, bagaimana cara menghitung future value?
Perlu Anda ketahui, perhitungannya bisa berbeda-beda ya, tergantung jenis bunga dan metode investasinya. Setidaknya ada tiga rumus, yaitu:
Metode ini menghitung bunga hanya dari modal awal tanpa efek bunga berbunga. Biasanya cocok untuk menghitung investasi jangka pendek atau bunga tetap sederhana.
Rumus: FV = PV x (1 + r x n)
Untuk contoh future value dengan rumus ini, mari kita misalkan dengan Siti yang menabung Rp8.000.000 selama 4 tahun dengan bunga 4% per tahun.
Maka perhitungannya:
FV= 8.000.000 x (1 + 0,04 x 4)
FV= 8.000.000 x 1,16
FV= Rp9.280.000
Perhitungan ini menunjukkan hasil akhir tanpa akumulasi bunga dari tahun-tahun sebelumnya.
Bunga majemuk menghitung bunga dari modal awal sekaligus bunga yang sudah terbentuk sebelumnya. Metode ini umum cocok untuk perhitungan investasi jangka panjang.
Rumus: FV= PV x (1 + r)ⁿ
Misalkan, Anisa menaruh Rp12.000.000 dengan bunga 6% per tahun selama 3 tahun. Maka:
FV= 12.000.000 x (1 + 0,06)³
= Rp14.292.192
Efek “bunga atas bunga” ini membuat hasil akhirnya lebih besar daripada bunga sederhana.
Metode ini digunakan saat Anda menabung atau berinvestasi secara rutin, misalnya setiap bulan. Setoran yang lebih awal akan berkembang lebih lama, sehingga hasil akhirnya bisa lebih besar daripada setoran yang baru masuk di akhir periode.
Rumus: FV= PMT x ((1 + r)ⁿ − 1) / r
Nah, misalkan Anda menabung Rp500.000 per bulan selama 2 tahun dengan bunga 1% per bulan.
FV= 500.000 x ((1 + 0,01)²⁴ − 1) / 0,01
FV= 500.000 x 26,97
= Rp13.485.000
Dari contoh future value ini, terlihat bahwa konsistensi setoran sangat berpengaruh pada hasil akhir. Dengan memahami perhitungan rumus future value ini Anda akan lebih paham soal waktu terbaik berinvestasi dan memperhitungkan potensinya.
Sementara itu, jika berencana emas emas investasi, Anda bisa membawanya ke Raja Emas Indonesia. Sebab, di sini proses penjualannya bisa tanpa surat, tanpa potongan, dan prosesnya transparan. Jadi, ketika mencairkan investasi Anda, hasilnya lebih maksimal. Yuk, datang ke Raja Emas Indonesia!