
Investasi jangka pendek jadi pilih orang yang ingin mendapatkan hasil lebih cepat tanpa harus menunggu bertahun-tahun.
Tapi, meski terlihat simpel, Anda tetap wajib paham strategi investasi ini agar tidak salah langkah. Karena itu, mari pahami pengertian, keuntungan, risiko, hingga jenis instrumennya melalui penjelasan di bawah!

Investasi jangka pendek adalah saat Anda menempatkan uang di instrumen keuangan, yang bertujuan untuk mendapat keuntungan dalam waktu singkat. Jangka pendeknya biasanya kurang dari setahun.
Karena itu, tipe investasi ini cocok untuk Anda yang butuh dana cepat, punya tujuan keuangan jangka pendek, atau ingin mengelola uang menganggur agar tetap produktif tanpa harus terikat lama.

Investasi seperti ini tentu punya keuntungan dan risiko juga, sehingga wajib kita kupas satu per satu.
Hal yang membuat investasi ini jadi primadona adalah:
Baca Juga: Apa Itu Likuiditas?
Sementara itu, risiko investasi jangka pendek yang perlu Anda perhatikan adalah:

Jika Anda mulai bertanya, apa saja contoh investasi jangka pendek yang bisa dicoba, mari langsung kita bahas:
Deposito merupakan produk perbankan dengan bunga tetap dan tenor singkat, sekitar 1 hingga 12 bulan. Instrumen ini terkenal aman karena risikonya rendah dan dananya diawasi oleh lembaga terkait.
Deposito cocok untuk Anda yang ingin menyimpan dana tanpa fluktuasi harga, meski imbal hasilnya relatif lebih kecil dan dana tidak fleksibel sebelum jatuh tempo.
Reksa dana pasar uang menempatkan dana Anda di instrumen berisiko rendah seperti deposito dan surat utang jangka pendek.
Likuiditasnya tinggi dan proses pencairannya relatif mudah, sehingga sering berguna untuk dana darurat. Namun, imbal hasilnya tetap terbatas dan bisa terpengaruh kondisi suku bunga.
Investasi saham jangka pendek memanfaatkan fluktuasi harga harian hingga mingguan melalui strategi day trading atau swing trading. Potensi capital gain-nya juga lumayan besar dalam waktu singkat, khususnya pada saham yang likuid.
Namun, volatilitas tinggi dan kebutuhan analisis yang matang membuat instrumen ini lebih cocok untuk investor berpengalaman.
Instrumen adalah surat utang dengan tenor singkat yang diterbitkan pemerintah atau korporasi, seperti SBN dan ORI.
Return-nya relatif stabil dan sebagian dijamin pemerintah, sehingga cocok untuk investor konservatif. Meski begitu, imbal hasilnya masih lebih rendah daripada saham, terutama jika Anda jual sebelum jatuh tempo.
P2P lending memungkinkan Anda memberikan dana kepada peminjam melalui platform digital dengan tenor relatif singkat. Potensi imbal hasilnya cukup menarik, namun ada risiko gagal bayar dan ketergantungan pada kualitas platform.
Pada akhirnya, investasi jangka pendek adalah strategi yang bisa membantu Anda mengelola keuangan dengan lebih fleksibel, asalkan dipilih sesuai kebutuhan dan profil risiko.
Tapi, jika ingin investasi jangka pendek yang lebih ramah pemula dan awam, maka emas selalu jadi pilihan terbaik. Anda bisa menjualnya dengan cepat dan tanpa potongan di Raja Emas Indonesia. Alhasil, saat butuh dana cepat, uangnya juga bisa langsung cair. Yuk, cairkan investasi emas Anda di Raja Emas Indonesia!