
Banyak orang membeli emas tapi tidak pernah benar-benar memikirkan satu pertanyaan penting, kalau suatu hari nanti mau dijual, kira-kira semudah apa prosesnya?
Pertanyaan ini terdengar sepele. Tapi justru di sini banyak investor pemula salah langkah. Mereka beli emas berdasarkan harga termurah yang tersedia saat itu, tanpa mempertimbangkan apakah emas tersebut akan mudah diterima ketika dijual kembali.
Hasilnya? Saat butuh dana mendesak, mereka kesulitan menemukan pembeli yang mau menerima emas tersebut dengan harga wajar. Beberapa bahkan terpaksa menjual dengan harga yang jauh di bawah nilai pasar hanya karena merek emasnya kurang dikenal.
Baca Juga: Apa Saja Perbedaan Emas Murni, Emas Antam, dan Emas Campuran?
Di sinilah nama Antam selalu muncul sebagai pembeda. Di toko emas mana pun, di Pegadaian, bahkan di platform jual beli online, emas Antam hampir selalu diterima tanpa banyak pertanyaan. Sementara merek lain kadang masih perlu verifikasi tambahan atau bahkan ditolak di beberapa tempat.
Mengapa bisa demikian? Apa yang membuat emas Antam punya posisi yang berbeda dibanding merek lain di pasar logam mulia Indonesia? Simak penjelasannya berikut ini.
Tidak semua emas batangan yang beredar di pasaran punya latar belakang yang sama. Emas Antam diproduksi langsung oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam), perusahaan tambang milik negara yang sudah beroperasi sejak lama dan punya rekam jejak yang tidak perlu diragukan lagi.
Karena statusnya sebagai BUMN, Antam berada di bawah pengawasan pemerintah Indonesia. Itulah kenapa setiap keping emas yang keluar dari fasilitas produksi mereka punya standar yang ketat. Mulai dari proses pemurnian, pencetakan, hingga pengemasan.
Baca Juga: Tips Membeli Hiasan Emas Agar Tidak Tertipu!
Nah, yang membuat emas Antam semakin mudah dikenali adalah kelengkapan informasi di setiap kepingnya. Setiap emas Antam dilengkapi sertifikat yang mencantumkan berat, kadar kemurnian 99,99 persen, nomor seri, dan informasi penting lainnya.
Produksi terbaru bahkan sudah menggunakan chip QR code yang bisa diverifikasi langsung. Ini jauh lebih sulit dipalsukan dibanding sertifikat kertas biasa. Tersedia dalam berbagai pilihan berat mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram, emas Antam bisa dibeli langsung di kantor Antam, distributor resmi seperti Pegadaian, maupun secara online melalui logammulia.com.
Aksesnya luas, prosesnya jelas, dan keasliannya bisa diverifikasi siapa saja. Itulah yang membuat emas Antam jadi pilihan pertama banyak investor emas di Indonesia, dari yang baru mulai sampai yang sudah bertahun-tahun berinvestasi.
Di pasar logam mulia Indonesia, ada dua nama yang paling sering disebut yaitu Antam dan UBS. Keduanya sama-sama memproduksi emas batangan dengan kadar 99,99 persen. Tapi dari sisi popularitas, Antam menang jauh.
Kenapa? Karena Antam adalah nama yang sudah melekat di benak masyarakat Indonesia sejak lama. Orang yang baru pertama kali mau beli emas batangan hampir pasti langsung menyebut nama Antam. Bukan karena disuruh, tapi karena memang itulah yang paling familiar.
Brand awareness yang kuat seperti ini tidak bisa dibangun dalam semalam. Sementara itu, UBS diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera, perusahaan swasta asal Surabaya yang sudah berdiri sejak 1981. UBS juga punya kualitas yang baik, tapi fokus bisnisnya tidak hanya pada emas batangan.
Mereka juga punya lini perhiasan dengan merek Venus dan Starshine. Berbeda dengan Antam yang memang dikenal murni sebagai produsen logam mulia.
Perbedaan fokus bisnis ini ternyata berpengaruh pada persepsi pasar. Karena Antam lebih dikenal dan lebih dipercaya secara luas, emas Antam lebih mudah diterima ketika dijual kembali, baik di toko emas, Pegadaian, maupun platform online. Dari sisi investasi, popularitas itu sendiri sudah menjadi nilai tambah yang nyata.
Ini adalah keunggulan emas Antam yang paling sering luput dari perhatian. Padahal dampaknya besar sekali, terutama bagi Anda yang serius berinvestasi.
Emas Antam telah mendapat pengakuan dari London Bullion Market Association atau LBMA. Ini adalah asosiasi pasar emas dan perak internasional yang berpusat di London, dan standar mereka adalah yang paling diakui di pasar emas global. Tidak semua produsen emas di dunia bisa masuk daftar ini.
Dengan sertifikasi LBMA, emas Antam bukan hanya diakui di Indonesia. Anda bisa menjualnya di pasar internasional tanpa harus khawatir soal keabsahan atau keasliannya dipertanyakan. Ini yang tidak dimiliki emas UBS. Sertifikat UBS hanya bersifat nasional, dikeluarkan oleh PT UBS sendiri, dan tidak diakui di pasar global.
Nah, dalam praktiknya di dalam negeri pun perbedaan ini terasa. Toko emas, Pegadaian, dan platform jual beli logam mulia lebih familiar dan lebih percaya diri menerima emas Antam dibanding merek lain. Proses verifikasi lebih cepat karena sistemnya sudah dikenal luas.
Untuk produksi terbaru, sertifikat emas Antam sudah menggunakan chip QR code yang terintegrasi langsung dengan emasnya. Bukan kertas terpisah yang bisa rusak atau hilang. Scan QR code-nya, keaslian emas langsung bisa dikonfirmasi.
Itulah mengapa emas Antam jauh lebih sulit dipalsukan dan jauh lebih mudah dijual kembali kapan pun Anda butuh.
Kalau Anda pernah membandingkan harga emas Antam dan UBS di toko yang sama, Anda pasti sadar bahwa Antam selalu lebih mahal. Bukan sedikit, selisihnya cukup terasa, terutama untuk ukuran gram yang lebih besar.
Banyak calon investor yang melihat ini sebagai kerugian. Logikanya sederhana, beli lebih mahal, artinya modal awal lebih besar. Tapi kalau dilihat dari perspektif investasi jangka panjang, justru harga yang lebih tinggi ini adalah sinyal positif.
Baca Juga: Cara Jual Hiasan Emas Bekas dengan Harga Terbaik
Harga Antam yang lebih mahal mencerminkan kepercayaan pasar yang lebih besar. Karena lebih banyak pembeli yang menginginkannya, harga buyback atau harga jual kembali emas Antam pun ikut lebih tinggi dibanding UBS. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali atau yang biasa disebut spread, relatif kompetitif untuk emas dengan reputasi sekuat Antam.
Bandingkan dengan emas UBS. Harga belinya memang lebih murah, tapi harga buyback-nya juga lebih rendah. Ditambah lagi, tidak semua tempat mau menerima emas UBS dengan mudah, terutama di daerah yang masyarakatnya kurang familiar dengan merek ini. Akibatnya, Anda bisa kesulitan menjual saat benar-benar butuh dana cepat.
Itulah kenapa dalam dunia investasi emas, harga beli yang lebih tinggi tidak selalu berarti pilihan yang buruk. Yang lebih penting adalah seberapa mudah emas itu bisa dijual kembali dan seberapa stabil harga jualnya dari waktu ke waktu. Dalam kedua hal itu, Antam konsisten unggul.
Jadi kalau tujuan Anda benar-benar investasi, emas Antam tetap jadi pilihan yang lebih masuk akal meski harganya lebih mahal di awal.
Emas Antam lebih mudah dijual kembali bukan tanpa alasan. Sertifikat LBMA, reputasi BUMN, dan kepercayaan pasar yang sudah terbentuk lama jadi faktor utamanya. Kalau investasi emas adalah pilihan Anda, Antam tetap yang paling aman untuk dipegang.
Tunggu apa lagi? Lakukan jual beli emas sekarang juga hanya di Raja Emas Indonesia. Raja Emas Indonesia menerima segala jenis transaksi emas, termasuk jual emas tanpa surat. Kunjungi outlet Raja Emas terdekat sekarang juga!