
Bicara soal investasi, banyak orang masih beranggapan bahwa mengelola aset adalah urusan mereka yang sudah mapan secara finansial. Padahal, kesadaran untuk mulai berinvestasi sejak dini justru menjadi kunci utama dalam membangun kebebasan finansial di masa depan.
Menariknya, pandangan ini mulai bergeser secara signifikan, terutama di kalangan generasi muda yang kini semakin terbuka terhadap berbagai instrumen investasi. Salah satu instrumen yang mencuri perhatian belakangan ini adalah emas.
Logam mulia ini sudah lama dikenal sebagai simbol kekayaan dan alat penyimpan nilai yang tahan terhadap gejolak ekonomi. Namun kini, emas tidak lagi identik dengan generasi tua atau mereka yang memiliki modal besar.
Seiring perkembangan teknologi dan semakin luasnya akses informasi keuangan, emas perlahan menjadi instrumen yang akrab di tangan anak muda.
Baca Juga: Emas Fisik vs Emas Digital? Mana yang Lebih Aman & Menguntungkan?
Perubahan ini tidak terjadi begitu saja. Ada banyak faktor yang mendorong generasi muda untuk melirik emas sebagai pilihan investasi, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, pengalaman pahit dari instrumen investasi berisiko tinggi, hingga semakin mudahnya platform digital yang memfasilitasi transaksi emas kapan saja dan di mana saja.
Semua faktor ini bertemu pada satu titik yang sama, yaitu kebutuhan akan instrumen investasi yang aman, terjangkau, dan mudah diakses oleh siapa pun, termasuk mereka yang baru saja memulai perjalanan finansialnya.
Lalu, bagaimana tren investasi emas di kalangan Gen Z? Simak penjelasannya berikut ini.
Generasi Z kini tidak lagi asing dengan dunia investasi. Berbeda dari generasi sebelumnya yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mulai berinvestasi, Gen Z justru semakin aktif mencari instrumen yang aman dan menguntungkan sejak usia muda.
Salah satu pilihan yang kini tengah naik daun di kalangan mereka adalah emas, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Pergeseran ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan cerminan dari semakin matangnya literasi keuangan generasi yang tumbuh bersama teknologi.
Ditambah lagi, harga emas yang terus menanjak dalam beberapa tahun terakhir semakin memperkuat keyakinan mereka bahwa logam mulia adalah pilihan investasi yang layak untuk jangka panjang.
Baca Juga: Daftar Pertanyaan yang Wajib Diajukan Sebelum Beli Emas
Trian Nugraha, salah satu anak muda yang mulai mengoleksi emas fisik sejak 2023, mengaku semakin yakin dengan pilihan tersebut setelah menyaksikan sendiri lonjakan harga logam mulia dalam dua tahun terakhir.
Menurutnya, dibandingkan saham atau kripto yang fluktuasinya tinggi dan tidak menentu, emas menawarkan pertumbuhan yang lebih konsisten dan terasa lebih terjamin untuk masa depan. Harga emas yang dulu sempat berada di kisaran Rp1 juta kini sudah menembus Rp3 juta per gram, dan tren kenaikan itu yang membuat Rian semakin mantap berinvestasi di logam mulia.
Kisah serupa datang dari Munira Marzuki, seorang pekerja muda yang memilih emas digital sebagai instrumen investasinya. Sebagai anak kosan, ia merasa emas fisik kurang praktis dan berisiko dari sisi keamanan.
Lewat aplikasi, ia bisa membeli, menggadaikan, bahkan mentransfer emas kapan saja, termasuk malam hari saat kebutuhan mendadak muncul tanpa harus repot mendatangi toko fisik.
Kemudahan akses inilah yang menjadi salah satu faktor pendorong utama lonjakan minat Gen Z terhadap emas digital.
Data PT Pegadaian sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan nasabah dari kelompok usia Gen Z, yakni mereka yang lahir antara 1997 hingga 2007, mencapai 116% secara tahunan.
Angka ini jauh melampaui pertumbuhan kelompok usia lain, di mana milenial tumbuh 49%, Gen X 34%, dan baby boomer 32%. Secara keseluruhan, total pengguna tabungan emas Pegadaian secara nasional telah menyentuh angka 4,85 juta nasabah.
Sementara itu, dari sisi transaksi digital, sepanjang 2025 Pegadaian mencatatkan lebih dari 34 juta transaksi atau melonjak sekitar 324% dibanding tahun sebelumnya. Jumlah nasabah aktif transaksi digital pun meningkat drastis sebesar 244% secara tahunan, melampaui angka 4,6 juta nasabah.
Di balik angka-angka tersebut, terdapat perubahan pola pikir yang menarik untuk dicermati. Pengamat ekonomi Ibrahim Asuwaibi menjelaskan bahwa banyak Gen Z sebelumnya sempat terjun ke kripto, namun mulai beralih ke emas setelah menyaksikan berbagai masalah dan koreksi harga yang terjadi di pasar aset digital.
Emas kemudian hadir sebagai pilihan yang lebih aman dan terukur. Karena keterbatasan dana yang dimiliki, mayoritas dari mereka memilih emas digital sebagai pintu masuk investasi logam mulia.
Ekosistem yang tersedia pun semakin mendukung, mulai dari aplikasi Pegadaian, platform perbankan syariah, hingga kehadiran ATM emas yang kini semakin diminati kalangan muda. Semua ini membuat investasi emas terasa lebih dekat dan mudah dijangkau oleh siapa saja, termasuk mereka yang baru pertama kali terjun ke dunia investasi.
Tren positif ini juga tercermin langsung dalam kinerja bisnis Pegadaian. Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, mengungkapkan bahwa mayoritas nasabah baru perusahaan kini berasal dari Gen Z.
Bagi Ferdian, temuan ini menjadi sinyal kuat bahwa literasi investasi sudah mulai benar-benar masuk ke kalangan anak muda Indonesia.
Baca Juga: Panduan Beli Emas Antam di Bank BCA, Strategi Investasi Secara Syariah
Selain faktor literasi, tren kenaikan harga emas yang konsisten turut memperluas jangkauan pasar secara menyeluruh. Hasilnya, produk cicil emas mencatat pertumbuhan hampir 500%, dari Rp2 triliun menjadi Rp11 triliun, sementara saldo tabungan emas nasabah secara keseluruhan mendekati 20 ton atau tumbuh antara 40 hingga 50% dibanding tahun sebelumnya.
Dengan fondasi yang semakin kokoh ini, emas bukan hanya menjadi pilihan investasi semata, tetapi sudah mulai menjadi bagian dari gaya hidup finansial generasi muda Indonesia yang semakin melek terhadap pengelolaan keuangan pribadi.
Tren investasi emas di kalangan Gen Z bukan sekadar fenomena sesaat. Didorong oleh meningkatnya literasi keuangan, kemudahan akses teknologi, dan harga emas yang terus naik, generasi muda kini semakin aktif menjadikan emas sebagai instrumen investasi utama.
Data Pegadaian membuktikan pertumbuhan nasabah Gen Z jauh melampaui kelompok usia lainnya. Ke depan, emas berpotensi menjadi fondasi keuangan jangka panjang yang semakin relevan bagi anak muda Indonesia.
Tunggu apa lagi? Lakukan jual beli emas sekarang juga hanya di Raja Emas Indonesia. Raja Emas Indonesia menerima segala jenis transaksi emas, termasuk jual emas tanpa surat. Kunjungi outlet Raja Emas terdekat sekarang juga!